Psikopat Jatuh Cinta

Psikopat Jatuh Cinta

  • WpView
    Membaca 57,997
  • WpVote
    Vote 1,551
  • WpPart
    Bab 21
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Apr 11, 2020
INI KISAH 4 REMAJA DENGAN KEJIWAAN YANG BERBEDA! ---- Malam itu, menjadi malam yang paling menyeramkan dalam hidupku. Bagaimana tidak? Aku melihat sendiri dengan mata kepalaku. Dengan kondisi lampu remang-remang, bulan purnama yang tertutupi oleh awan kemerahan. Menendakan akan turunya hujan. Orang itu!!!iya laki-laki itu sudah membunuh seseorang dengan menghujami beberapa kali tusukan tepat diperut korbannya. Korban itu yang aku tebak berjenis kelamin perempuan meronta-ronta saat tusukan itu mengenai tubuhnya. Suara perempun itu terdengar lirih dan putus asa. Tidak hanya dengan menghujami tusukan itu. si pelaku juga menyayat leher korban. Tak lupa untuk menyongkel kedua matanya. Teriakan ku taktertahan. Akhirnya aku berteriak berbarengan dengan suara gemuruh dari atas awan. dan sialnya pelaku menyadari aksi teriakan dariku. Dia mengejarkku. Hujan.... Hujan dan kegelapan mulai menyelimutiku. Rasa Takut serta kekhawatiran datang pada diriku. Dalam fikiran ku sudah dipastikan aku ikut mati malam ini. ~ranita sari~ ------------ COPAS? " I KILL YOU!" Mulai tanggal 7 Desember 2018
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#298
darah
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Si gadis Cermin
  • El Cielo y la Tierra
  • Crazy Couple [End] βœ”
  • ARISE
  • Amara or Anara??
  • PacarkuPshycopath (TAMAT)
  • Stars √ [Sudah Terbit]
  • [Revenge] Confidential 2 (END)
  • The Smirk
  • Her Dictionary [COMPLETED]

"Pada akhirnya manusia hanya makhluk ciptaan Tuhan yang akan kembali bila di panggil, luka yang menggores jiwa akan terus ada sebagai penyesalan dan penyiksaan satu insan lainnya"-π’’π’Άπ’Ήπ’Ύπ“ˆ π“ˆπ‘’π“‡π’Ύπ’·π“Š π“Œπ’Άπ“‡π“ƒπ’Ά Dia selalu adadi balik pantulan yang tak pernah benar-benar utuh. Gadis itu, yang berdiri diam di depan cermin, bukan sedang bercermin... tapi mencari, Sesuatu, Seseorang, Atau mungkin, dirinya sendiri yang perlahan menghilang. Tidak banyak yang tahu tentangnya. Ia tidak banyak bicara mengeluhkan ini itu, tapi sorot matanya seperti menyimpan ribuan kata yang urung terucap. Ia hidup di antara kenangan dan kemungkinan, di ruang yang tak bisa dijelaskan dengan logika. Cermin itu bukan sekadar benda tua di sudut kamar ia adalah saksi diam dari luka yang tak pernah sembuh, dari cinta yang tak pernah selesai, dari pertanyaan-pertanyaan yang tak punya jawaban. β™‘ "Lentera jiwaku, dengan sayap mungil penuh harapan, berhasil menembus jutaan gerbang cintaku yang telah lama terkunci dalam sepi dan luka yang tak terucapkan."-π”…π’Άπ“Žπ’Άπ“ƒπ‘”π’Άπ“ƒ π“Žπ’Άπ“ƒπ‘” 𝓉𝒢𝓀 π“‰π‘’π“‡π’½π’Ύπ“‰π“Šπ“ƒπ‘” π“π“Šπ“€π’Άπ“ƒπ“Žπ’Ά

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan