Suara Hati

Suara Hati

  • WpView
    Reads 933
  • WpVote
    Votes 54
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 2, 2018
Cinta memang dapat menaklukhan apa saja. Begitu juga yang harus dialami oleh Iqbaal Ramadhan yang berjuang demi mendapatkan cinta Vanesha Precilla, gadis yang begitu kaku dan jarang tersenyum. Namun tak semudah yang Iqbaal bayangkan, perjuangan cintanya harus menghadapi lika-liku yang cukup sulit. Iqbaal harus berjuang keras demi menghilangkan kebiasan buruk yang Vanesha punya. Setelah, Kedua pasangan itu saling mencintai mereka kembali dihadapkan oleh masalah yang begitu sulit. Mulai dari restu orangtua, cinta segitiga, penghiatan dan kesalah pahaman yang terjadi diantara mereka. Mampukah mereka menghadapi itu semua? Akankah hubungan mereka tetap terjalin? _____________________________ Cerita ini hanya fiktif belaka. Dan ini cuma cerita karangan dari saya sendiri. Semoga kalian menyukai cerita saya kali ini. Jika ada kritik dan saran, silahkan komentar :)
All Rights Reserved
#877
mahasiswi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lantas (END)
  • Marriage Not Dating (IDR 💙 VP)
  • Antara Kamu dan dia //idr
  • ᴹʸ ᵈᵒˢᵉⁿ ⁱˢ ᵐʸ ʰᵘˢᵇᵃⁿᵈ {End}
  • ALTAN DAMETRA
  • MY BESTFRIENDNEMY [IDR]
  • Three Days √ [IDR] 《COMPLETE》
  • INSIDEN
  • Hanya Sekedar Sahabat?✅
  • Fungi & Larva • IDR✔️

PERINGATAN ⚠️ Di beberapa part terdapat adegan kekerasan dan kata-kata kasar! ------------------------- Navisha Aqila Anastasia, gadis berambut sebahu berusia 17 tahun, adalah siswi cerdas yang selalu menjadi kebanggaan sekolahnya. Memasuki awal kelas 12, ia dipertemukan dengan Arzan Nauval Abraham, siswa yang harus mengulang tahun terakhirnya. Awalnya, mereka hanyalah dua orang asing yang kebetulan duduk di bangku yang sama. Namun, waktu demi waktu menghapus jarak di antara mereka, mengubah pertemuan biasa menjadi kisah yang tumbuh di sela tawa dan diam-diam yang saling mengerti. Hingga suatu hari, ada satu hal yang menyangkut orang tua mereka yang memaksa mereka untuk menjaga jarak, seolah perasaan yang sudah terlanjur tumbuh harus dibekukan begitu saja. Haruskah mereka menyerah pada ego orang tua mereka? Atau justru melawan demi kebahagiaan yang mereka yakini? ~~~ "Terima kasih, karena pernah menjadi rumah, meski bukan yang terakhir."

More details
WpActionLinkContent Guidelines