When The Zombies Come Because Of The Bread

When The Zombies Come Because Of The Bread

  • WpView
    Reads 1,012
  • WpVote
    Votes 81
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 23, 2019
WpInfo
Fiction
Mystery
Lalisa. Seorang cewek pemalas yang terpaksa bertarung mempertaruhkan nyawanya demi melindungi dirinya sendiri. Andai saja makanan yang dinamakan Roti itu tidak ada. Jika iya, mungkin saja dunia ini akan damai selamanya. Tanpa ada darah Tanpa ada jeritanny Tanpa ada ketakutan Dan tanpa ada kematian.... [ Ps: judul pertama Zombie Apocalypse || Lalisa Manoban ] ----- © FiraAuriaa [Oktober/November] 2018
All Rights Reserved
#819
lalisamanoban
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Shxtty Game
  • Time
  • Crazy CEO {JenLisa} (End)
  • Runaway Antagonist
  • BREATH - JENLISA [G×G]
  • Villain [END]
  • A Devil's Love
  • MENIKAH DENGAN CEO GALAK (Jenlisa)
  • I'm [Not] Villain [ END ✔️ ]
  • She Is My Mine | BLACKPINK

Ini kali kelima ia membunuh dirinya sendiri. Ia hampir tidak merasakan apapun ketika melakukannya. Tidak ada kesedihan, tidak juga ada rasa kehilangan apalagi penyesalan. Ia harus melakukannya, baginya, tidak lagi ada alasan untuk tetap hidup. Tapi pada kali kelima ini, ia rasakan sesuatu yang lain. Orang-orang berkerumun menatap kematiannya, raut ketakutan di wajah orang-orang itu sudah biasa ia lihat. Ekspresi prihatin yang orang-orang tunjukan, rasa penasaran mereka, bisik-bisik tentang kematiannya, selalu sama. Tapi kali ini, seseorang memberinya bunga. Laki-laki itu menundukan kepalanya, dilihatnya laki-laki itu memejamkan matanya, berdoa untuknya. Di sebelah tubuh yang sudah kaku, laki-laki itu tersenyum, senyum iba seolah ia bisa memahami perasaannya. "Semua kesulitanmu sudah selesai, kau sudah memenangkan game-Nya, jadi beristirahat lah," tanpa suara, begitu yang laki-laki itu bisikan, tepat di sebelah setangkai daisy yang diletakkannya tadi. Rasanya ada yang aneh- begitu yang Lalisa pikirkan ketika ia melihat kematiannya sendiri, dari jauh.

More details
WpActionLinkContent Guidelines