KAMELA
  • WpView
    Reads 95
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 10, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Seperti sepertiga garis kata, langkahnya berat medekati garis hidupnya yang pada kenyataannya ia sudah melangkahkan kakinya sesuai dengan nalarnya yang sedikit cacat. Selaksa bunga tak lagi merekah, terlampau tidak bisa lagi berfotosintesis. Sementara alam seolah menelannya mentah-mentah. Ia hanya berlogika singkat saja, hanya mengandalkan instingnya. Semua itu tidak berkembang dengan baik sejak ia kecil. Gambaran tentang ilusi dan delusinya ia injak dan terkadang membawanya menjadikan sosok yang tak terkendali. Ia merontah kesakitan pada jiwanya. Ia gila hanya pada dirinya sendiri. Jiwanya sedang bersolasi dan terkadang beterbangan kesana kemari. Kasihan, masa indahnya ia isi dengan warna yang sedikit buram dan pudar. Ia seperti seorang yang tertutup matanya dengan kain hitam. Memutar tubuhnya dan berjalan sepoyongan di jalan garis hidupnya. Ia tidak dapat sedikitpun menikmati cerah warna langit, yang ia rasakan gundah dan jiwa yang tidak pasti adanya. Berimajinasi sejadi-jadinya. Ia hanya memiliki dirinya sendiri dan jiwanya saja. Cerita-ceritanya ia mulai dari tumpukkan kisah tentang dirinya dan dirinya sendiri.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Saat Janji Menjadi Luka (OnGoing)
  • Meneroka Jiwa 2
  • Yang Dulu Melukai,Kini Menyayangi [END]
  • Until You love Me
  • Impossible Wish
  • The Dark Side(END)

Di balik diamnya, Elora menyimpan samudra rasa yang tak pernah ia tuntut untuk dibalas. Ia mencintai dalam senyap, menyayangi dalam setia, dan percaya dalam buta. Alaric datang bagai cahaya pertama di pagi yang muram-menghangatkan, menyembuhkan, dan membuatnya percaya bahwa cinta bukan sekadar angan. Namun waktu mengubah segalanya. Alaric, yang dulu berjanji tak akan pergi, perlahan menjauh dalam kebohongan-kebohongan kecil yang tumbuh menjadi luka besar. Janji-janji yang dulu manis, kini hanya jadi abu di telapak tangan Elora-tak bisa digenggam, tak bisa dihapus. Ini bukan sekadar kisah tentang cinta yang retak, tapi tentang hati yang belajar untuk berhenti menggenggam hal-hal yang tak lagi ingin tinggal. Tentang perempuan yang perlahan menjahit kembali dirinya, meski benangnya adalah air mata dan kesepiannya sendiri. "Saat Janji Menjadi Luka" adalah sajak panjang tentang kehilangan, tentang keberanian untuk mencintai, dan tentang bagaimana hancur bukanlah akhir dari segalanya. di bawah langit senja yang perlahan berubah kelam, ada dua hati yang pernah saling menemukan-seperti dua kepingan puzzle yang akhirnya menyatu. jatuh dalam cinta yang tak terencana. dunia mereka begitu indah, penuh tawa, dan janji-janji yang ingin diabadikan. namun, tak semua kisah cinta diciptakan untuk selamanya. di antara kebahagiaan itu, takdir juga menyiapkan perpisahan yang tak mampu mereka hindari. meski cinta mereka begitu dalam, ada hal-hal yang tak bisa dilawan-ego, luka, dan keadaan yang memaksa mereka mengambil jalan masing-masing.

More details
WpActionLinkContent Guidelines