Bittersweet

Bittersweet

  • WpView
    Reads 484
  • WpVote
    Votes 79
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Oct 1, 2019
Butuh proses yang menyakitkan untuk membuat semua sempurna. "Lo harusnya dari awal tau. It's always be the game, about how to lose and win." "And i'm always be the loser, right?" Ucap Ferra lirih. Seperti rintik hujan yang selalu turun, meski harus merasakan jatuh berkali-kali. Menyakitkan, namun itulah yang membuat hujan sempurna. Seperti juga kopi, meski rasanya pahit namun itulah yang membuat kopi sempurna. Welcome to Bittersweet, Manis namun pahit, Sempurna namun sakit. ©️ 12 juni 2018 -srry for slow update-
All Rights Reserved
#171
miss
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Breathe
  • Sejenak Luka
  • Aku dan Luka [Sudah Terbit]
  • LANGIT & BULAN
  • Stolen Before Fallen
  • Diary Depresiku (END)
  • ARKALYA (END)
  • Shena Aquella {SELESAI}.
  • Menyerah atau Bertahan?
  • You And Me [Completed]
Breathe

[Trigger warning! Efek yang kalian rasakan setelah membaca cerita ini di luar tanggung jawab dan kuasa penulis.] We all here have our own struggles. Hal tersebut adalah sesuatu yang pasti dalam hidup, yang tidak dapat ditentang lagi. Itu pula yang dirasakan oleh Rome. Ia sama seperti kalian. Ia pun memiliki masalahnya sendiri. Memiliki "luka"-nya sendiri. Tak terhitung berapa banyak goresan yang pernah ditorehkan dunia padanya hingga detik kau membaca kalimat ini. Sampai pada akhirnya, ia tidak dapat merasakan luka itu lagi. Kau tahu? Tingkatan sakit yang paling sakit adalah ketika kau sudah tidak dapat merasakan apa-apa lagi. Dan itulah yang dirasakan oleh Rome. Semuanya terasa kebas. Semuanya terasa begitu biasa. Semuanya terasa bagaikan bagian dari hidupnya yang mustahil untuk dihilangkan. Namun tetap saja, luka itu tidak akan pernah hilang dan akan selalu terasa sakit ketika dunia lagi-lagi menggoresnya. Bukan soal fisik, namun soal jiwanya. "Sometimes you gotta bleed to know that you're alive and have a soul." -Twenty One Pilots-

More details
WpActionLinkContent Guidelines