Renjana Berdarah

Renjana Berdarah

  • WpView
    LETTURE 25,776
  • WpVote
    Voti 1,261
  • WpPart
    Parti 21
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione ven, giu 11, 2021
WpInfo
Narrativa
Narrativa storica
...Tak lama terdengar suara seraknya menyanyikan tembang macapat Pangkur. Mangkono ilmu kang nyata... Sanyatane mung we reseping ati... Bungah ingaran cubluk... Sukeng tyas yen den ina... Nora kaya si punggung amung gumunggung... Ugungan sadina dina... Aja mangkono wong urip... Umbara tahu arti tembang itu. Artinya kurang lebih seperti ini. Begitulah ilmu yang benar Sejatinya untuk menentramkan hati Senang jika dianggap bodoh Bahagia di hati bila dihina Bukan seperti Si bodoh yang haus akan pujian Ingin dipuji setiap hari Jangan seperti itu manusia hidup *** Kediri berada diambang kehancuran. Sumbar Prabu Kertajaya jadi sebabnya. Di balik itu, ada sebab lain dari pecahnya Perang Ganter. Semua diawali oleh nafsu. Berkembang menjadi dendam. Dan yang dapat menuntaskannya hanyalah genangan darah di ujung pedang.
Tutti i diritti riservati
#629
silat
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • R E T A K  (TAMAT-SUDAH TERBIT)
  • Permainan Takdir [TAMAT]
  • KIDUNG JAYANEGARA: Nyanyian Jiwa yang Belum Usai
  • The Silent Sword
  • 👑 SANG PANGERAN 👑
  • BRAVEHEART (Tamat)
  • BERI AKU CINTA [Tamat]
  • JANTRA JALA JIWA

The Winners Wattys2018 Catergories The Contemporaries Based On True Story Terinspirasi dari sebuah kisah nyata yang saya ceritakan kembali dengan sudut pandang penulis. Nama tokoh dan tempat kejadian disamarkan untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan. **** Bagaimana jika suatu kepercayaan dan kesetiaan dikhianati oleh dua orang yang sangat kamu cintai? Tidak ada kata lain selain ikhlas dan sabar dalam menghadapinya. Nasi sudah menjadi bubur, apa yang telah terjadi tidak bisa diubah kembali dan waktupun tidak bisa diputar kembali. Andaikan waktu bisa diputar ulang maka tidak akan pernah ada kata penyesalan. Hari menjelang pernikahan yang biasanya ramai dengan canda tawa serta senyum kebahagiaan, harus rela berganti dengan tangisan memilukan serta penyesalan seumur hidup. Ketika menjelang hari di mana Sekar akan melaksanakan Ijab Qabul pernikahannya. Dia dikejutkan dengan teriakkan sang ibu ketika mendapati kakak perempuannya-Kasih, yang telah bersimbah darah karena memotong urat nadi pergelangan tangannya sendiri. Selanjutnya dia dikejutkan kembali dengan kenyataan bahwa kakak perempuannya tengah hamil. Dan yang paling membuat Sekar terpukul, ketika mengetahui ayah dari bayi tersebut, tidak lain adalah calon suaminya sendiri-Dimas Aditya. Ucapan bahagia berubah menjadi bisik-bisik menjijikkan serta tatapan kasihan yang diberikan oleh sanak saudara serta para tetangga pada Sekar. Malu. Tentu saja Sekar malu, kecewa bahkan marah. Tetapi haruskah dia marah bila melihat wajah kedua orang tuanya yang telah lebih malu. Belum lagi dengan gunjingan dari kerabat dan tetangga tentang Kasih yang tega merebut calon suami adiknya sendiri. Bagaimana Sekar bisa menghadapi semuanya? Bisakah kata ikhlas dan sabar mengobati luka hatinya? Based On True Story ----- Copyright © November 2016 | Vea Aprilia | All Rights Reservered Dont copy-paste my Story.

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti