Tanpa Judul

Tanpa Judul

  • WpView
    Reads 41
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 28, 2020
Kau tau apa yg lebih menyakitkan dari cinta bertepuk sebelah tangan ? Yaitu,sikap mu yg terus membuatku berharap padamu tanpa pernah kau wujidkan harapan itu. Aku tidak pernah memintamu untuk bersikap baik padaku,atau menghargai perasaan ku Karna pada dasarnya bersikap baik pada seseorang yg menyukai mu Hanya akan menimbulkan harapan harapan yg terus menerus akan tumbuh. Aku tau,kau tidak bermaksud membuatku untuk jatuh cinta pada mu Atau menumbuhkan harapan harapn padaku Tapi aku juga tau bahwa kau tau jelas bagaimana perasaan ku padamu. Jika memang tidak bisa bersama,seharus nya dari dulu kau katakan bahwa kita tidak bisa herhubungan lebih dari teman. Tapi yg kau lakukan adalah tidak menjauhiku atau ingin lebih dekat dengan ku. Membuatku terluka berjuta juta kali tanpa tahu kapan perasaan ini akan berhenti. Dan,bodohnya aku tetap tertipu oleh sikapmu ~ Benar kata orang terdahulu,bahwa cinta itu buta. Aku pikir aku tidak akan di butakan oleh cinta,ternyata aku salah.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PROSA "Proyeksi Rasa" [END]
  • Friendzone?
  • School Love Story❤
  • ATHAYA
  • CHAGRIN
  • Dua Cinta (Our Promise)
  • DEVIAN [END]
  • Taken Slowly
  • He is not My Best Friend (End)

Bagi Alfira, persahabatan adalah ikatan tanpa komitmen. Sedangkan sahabat adalah makhluk Tuhan yang siap mendengarkan keluh kesahmu dan memberi solusi dari masalah kehidupanmu. Tapi keadaan memang tidak pernah bisa diprediksi, apa yang dimiliki juga bisa kapan saja pergi. Ketika sahabatnya pergi, Alfira benar-benar kehilangan arah tanpa arti, butuh adaptasi lagi untuk sembuh dari elegi. "Cuma lo Ra! yang menganggap persahabatan ini bukan apa-apa. Ya cuma lo!" ucap Reza kecewa. Namun, ketika semuanya kembali mampukah Alfira berdamai dengan hati? Butuh waktu yang lama untuk sembuh, butuh keadaan yang seirama untuk menempuh. Tapi, bagaimana jadinya jika aku sudah berhasil berlabuh, dengan mudahnya kau kembali dan karamkan lagi kapalku? "Kalo nggak mau jadi pacar gue oke gue terima lo tolak, tapi kalo gue lamar gimana?" ucap laki-laki yang ada dihadapannya. Lalu apa-apaan kali ini? Dengan berani dan percaya diri tingkat tinggi, dia menawarkan diri menjadi awak kapalku? Yang aku yakin, dia pasti mampu membantuku. Namun, bisakah aku melupakan masa lalu? Dan kembali menempuh perjalanan baru?

More details
WpActionLinkContent Guidelines