MANDA "Gadis Keturunan Jepang-indo"

MANDA "Gadis Keturunan Jepang-indo"

  • WpView
    Reads 44
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 4, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
cinta itu tidak memandang usia. tidak memandang fisik. " Hai kau yang ada di ujung sana sedang apa? ngintip ya?" tanya manda ketus pada lelaki berpakain kemeja, dan memakai kaca mata bulat itu. "menurut loe? gue ngapain? ogah banget gue ngintip cewek seperti loe. sok cantik!" lirihnya. sungguh sebenarnya manda emang cantik. Bulu mata yang lentik, mata sipit, rambut panjang yang di ikat rapi dan ditambah lagi lesung pipitnya. "loe anak baru disini?" tanya lelaki itu. Manda tak acuhkan pertanyaan laki-laki itu dan langsung masuk ke dalam rumah. "Aku akan membuat hidupmu lebih berwarna, ingat itu!"
All Rights Reserved
#175
kesetian
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I Want Your Lips
  • Eat, Bread and Love (TAMAT)
  • Dia Anggana.
  • CINTA SELEBGRAM DAN TUAN CEO (SELESAI)
  • YES, BOSS ! (SELESAI)
  • Naughty Nanny
  • Untuk Sebuah Nama
  • ArKa (End)
  • Home (Completed) (Repost)
  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)

"Aku wanita tercantik di kampus ini, kau tidak percaya? Itu karena kau tak pernah melihatku. Jika kau pria, aku yakin kau akan melupakan harga dirimu demi mengejarku. Dan jika kau wanita, kau pasti kewalahan memaksakan diri untuk jadi sepertiku. Tidak apa, aku tidak marah tentang hal itu. Karena apa? Karena tak akan ada yang bisa menandingiku." - Calista. "Dia itu seperti kaktus. Indah namun berduri. Semakin ingin digenggam, semakin menusuk. Tapi, tak ada yang tahu bahwa didalam kaktus ada bagian yang lunak dan lembut. Sudah 8 tahun kurawat kaktusku dan takkan kubiarkan ada yang menyentuh durinya. Dia, kaktus nakalku." - Jo. "Harusnya saat itu aku tak menatapmu. Kau membuatku tidak nyaman. Pergilah, dan jangan buat jantungku berpacu tidak jelas seperti ini. Kau sangat mengganggu." - Arsel. "Sampai saat ini, dia tak mengenalku dan menyadari keberadaanku. Bodohku karena tak menampakan diri. Tidak apa, biar rasa ini kunikmati sendiri. Kau nikmati saja cintamu. Aku takkan pergi." - Rin.

More details
WpActionLinkContent Guidelines