Love a Best Friend

Love a Best Friend

  • WpView
    Reads 225,383
  • WpVote
    Votes 2,521
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 20, 2018
WARNING!!!! 18+ & 21+ Mohon kebijakan saat membaca ------------------------------------------ Seorang gandis cantik dan selalu ceria, memiliki tubuh yang ideal layaknya seorang model yang mampu membuat siapapun yang melihatnya tersenyum mengagumi dan para kaum adam akan menyukainya. Dia mencintai laki-laki yang selalu membuatnya tersenyum, memberikan saran dari setiap masalahnya dan yang pastinya membuat dia merasa nyaman bila bersama laki-laki tersebut. Hingga suatu hari laki-laki tersebut menceritakan bahwa dia mencintai perempuan, dan meminta tolong agar dia dan perempuan itu bisa dekat. Saat itu juga hatinya terasa di tusuk beribuan duri yang sangat tajam. Saat itu juga keceriaannya hilang, dia menjadi seorang pendiam dan sering mengurung diri, jarang makan dan menangis itulah yang sering dia lakukan. Dia harus memilih antara mengikuti kemauan laki-laki itu atau menghianati persahabatan meraka. Ya mereka bersahabat Keylla dan Devano Namun Keylla memilih untuk mengikuti permintaan Vano sebagai sahabat yang baik. Dia merelakan laki-laki yang di cintainya bersama perempuan lain dan hidup bahagia, menurutnya lebih baik jika orang yang di cintai hidup bahagia meskipun bukan dengan dirinya. Hingga Devano dan perempuan itu sudah menjalankan status 'berpacaran' dan saat itu juga kelulusan pun tiba. Keylla berusaha untuk tidak satu kampus dengan Vano, bahkan dia mengetahui bahwa namanya terdapat di kampus dimana nama Vano juga terdapat di sana. Dia mengundurkan diri dari kampus tersebut dan merelakan uang orang tuanya terbuang karena harus meninggalkan kampys itu dan mendaftarkan diri di kampus lain. Dia sadar bahwa jika dia terus-terusan menjadi seorang pendiam dan selalu tidak bersemangat akan merusak masa depannya yang masih panjang. Kini dia kembali seperti semula, menjadi seorang yang ceria dan selalu tersenyum meskipun senyuman itu dipaksakan. 'Melupakan kejadian masa lalu' Kalimat itulah yang menguatkan hatinya saat teringat kembali.
All Rights Reserved
#363
gairah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Blame The Silence (END)
  • Gea's Choice (TAMAT)
  • Never Want To Let Go { END }
  • MR SUNSHINE
  • Like A Star (Complete)
  • ZeBara
  • Keyra (Completed)
  • Painting Love (21+)
  • Attachment
  • 𝐊𝐞𝐲𝐯𝐚𝐧𝐨 (New Version)

Setelah kecelakaan yang merenggut nyawa kedua orang tuanya dan membuat adiknya koma, hidup Kierra porak poranda. Dengan bantuan sahabatnya, Kierra menjadi asisten pribadi seorang wanita cantik, dia mengubur mimpi untuk menyelesaikan gelar master dan mencari segala cara untuk membayar biaya pengobatan sang adik. "Kamu membutuhkan uang Kierra?" wanita cantik bermata teduh itu bertanya dengan lembut. "Jumlahnya cukup banyak." "Bukan cukup, tapi sangat banyak, tante." Kierra nyaris menangis. "Aku akan memberikannya cuma-cuma, bahkan aku akan memindahkan adikmu ke rumah sakit yang lebih baik." Mata Kierra menatap wanita itu tak percaya, tapi selalu ada syarat akan sebuah penawaran bukan begitu? "Jadilah kekasih anakku." Wajah Kierra memucat. Wanita itu tertawa, "Anak tiriku Keirra , umurnya hanya beberapa tahun di atasmu. Buat dia jatuh cinta denganmu." Kierra menggeleng dengan cepat, dia bukan wanita seperti itu. Itu sama saja melacurkan diri. "Dia tampan, keren dan menarik. Tidak sulit jatuh cinta padanya." Kierra menahan nafas, masih menggeleng. Dia tidak mau cara seperti itu. "Anakku itu, orang yang sulit." sepertinya penawarannya terlalu berat untuk seorang gadis putus asa seperti Kierra, wanita itu mengeluh. Kierra memiliki segalanya sebagai wanita. Tapi dia juga memiliki prinsip. Dengan usaha terakhir dia menunjukkan foto anak tirinya pada Kierra. Jantung Kierra berdetak cepat saat melihat foto itu. "A..aku mau."

More details
WpActionLinkContent Guidelines