Time (Long Awaited Marriage) [HIATUS]

Time (Long Awaited Marriage) [HIATUS]

  • WpView
    Reads 555,866
  • WpVote
    Votes 2,054
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadComplete Sat, Dec 11, 2021
#highest - 1 on Abdinegara 3/5/2020 #highest - 1 on Soldier 9/5/2020 #highest - 1 on Cinta Segitiga 1/5/2020 #highest - 2 on Abdinegara 1/5/2020 #highest - 1 onAinun #highest - 3 on Rayhan #highest - 9 on Kapten 9/5/2020 #highest - 31 highest on Army #highest - 1 on Doctor 21/5/20 Kita yang dikejar waktu berlomba lomba menghindari 'waktu'. Perempuan lajang usia 27 tahun memang rawan dengan pertanyaan "kapan nikah?" Ainun Kareena, dokter spesialis anak yang masih betah sendiri. Namun kehidupannya yang aman tentram dan nyaman kini mulai terusik kala Stella dan Rangga melangsungkan pernikahan. Pasalnya, orang tua nya kerap memberi sindiran halus seperti "Dek, temen temen kamu udah nikah semua ya? Denger denger Anggita juga udah deket ya lahirannya? Kamu dong kapan ngenalin calon?" Ditengah keterdesakannya Ainun mencoba pergi dan memperpanjang tenggat waktu, menghindari rumah. Bagaimana kelanjutannya? 31 Mei 2018
All Rights Reserved
#63
tentara
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Istri Manja Kesayangan Mas Bram
  • Alvina Kaulah Takdir Cintaku
  • Green and White
  • Sigaraning Nyawa Sang Komandan [Revisi]
  • My Perfect Majikan (Terbit)
  • 3hati Abdi Negara √tamat
  • BETWEEN US (STILL COMPLICATED)
  • Zelian
  • Danton, My Destiny [Terbit di Google Playbooks]
  • Kapten Sengkala Tersedia Ebook Dan buku

"Mas, aku kalau tidur harus pegangan tangan." "Kalau aku sedih aku suka minta pelukan." "Aku kalau ngambek harus dibujuk-bujuk." "Aku enggak bisa melakukan apa-apa sendiri. Aku enggak mandiri. Apa-apa harus ditemani." "Aku juga cemburuan, Mas." Bram Adinata Akarsana yang sedari tadi hanya mengangguk-angguk mendengarkan celoteh calon istrinya kini mulai menatap gadis di depannya lekat. "Sudah hanya itu?" Kini giliran Pramitha Anindira yang mengangguk. "Saya bisa terima itu semua, tapi," mata pria itu memicing, "saya seorang dokter kulit dan kelamin. Kamu bisa terima itu?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines