[5] Precious Time

[5] Precious Time

  • WpView
    Reads 63
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 5, 2018
Evelyn Jean tidak menyukai kerumunan, apalagi sampai berdesak-desakan. Dirinya akan merasa sakit kepala dan tidak nyaman hingga ke ujung kaki. Kehidupan sehari-hari yang damai berubah sejak ia menyadari kemampuannya dalam mendeteksi aura orang-orang disekitarnya. Belum selesai dengan keanehan dirinya, ia tak sengaja bertabrakan dengan seorang laki-laki dengan iris biru terang membuatnya penasaran. Perasaan seperti ada yang mengawasi dirinya setiap hari membuatnya menjadi tidak tenang dengan lingkungan sekitarnya. ©June 14th, 2018 waterlily
All Rights Reserved
#976
war
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Miracle of Life
  • The Magic Stone: Crystalball [END]
  • When an Antagonist becomes Heroine
  • Mystika Euphoria [END]
  • The Fate Of Irina (Sudah Terbit)
  • MY FRIEND IS MAGIC
  • Magia Academy [END]
  • The Prophecy Of Thrones: Bloodlines
  •  Seven Hereditary Magic [nct dream]👑 (slow up)
  • Double B

Bukannya pergi ke alam baka setelah insiden penembakan yang ia alami, namun pada saat membuka mata, pemandangan yang pertama kali dilihatnya adalah wajah seorang pria rupawan yang membayang tepat di atasnya. Ia dan pria itu sama-sama telanjang dan pria itu berada di atasnya karena sedang menyetubuhinya. Secara refleks, Isvara menonjok wajah pria itu kemudian mendorong tubuhnya agar menyingkir dari atasnya. "Apa yang kau lakukan!" raung pria itu. ****** Situasi dan keadaan macam apa ini? Belum selesai benaknya memikirkan tragedi penembakan yang ia alami, Isvara malah dihadapkan dengan kejadian aneh dan rumit. "Apa kau Raja Zeroun Xerxes Ivanovski? Apa sekarang aku berada di Kerajaan Amalis?" Isvara bertanya hanya untuk memastikan. "Untuk apa bertanya sesuatu yang sudah kau ketahui," desis pria itu. "Sepertinya kau benar-benar kerasukan, Selir Isvara Lavanya," imbuhnya. Jawaban pria itu secara tidak langsung mengiyakan pertanyaannya. Isvara tercenung. Darah di wajahnya seolah tidak mengalir sebagaimana mestinya, wajahnya pucat pasi. Bagaimana mungkin ia berada di sini, di dalam buku fiktif kuno pemberian kakek buyutnya, tempat fiktif yang mungkin tidak tertera dalam peta dunia. ****** Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, itu adalah kebetulan semata. *Pictures in some chapters by pinterest. #1 in Indonesia 14/10/23 #1 in Takdir 18/10/23 #3 in Cinta 18/10/23 #1 in Reinkarnasi 20/10/23 #1 in Fantasy 23/10/23 #1 in Posesif 23/10/23 #1 in Romansa 30/10/23 #1 in Kingdom 07/11/23

More details
WpActionLinkContent Guidelines