[5] Precious Time

[5] Precious Time

  • WpView
    LECTURAS 63
  • WpVote
    Votos 11
  • WpPart
    Partes 3
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, jul 5, 2018
Evelyn Jean tidak menyukai kerumunan, apalagi sampai berdesak-desakan. Dirinya akan merasa sakit kepala dan tidak nyaman hingga ke ujung kaki. Kehidupan sehari-hari yang damai berubah sejak ia menyadari kemampuannya dalam mendeteksi aura orang-orang disekitarnya. Belum selesai dengan keanehan dirinya, ia tak sengaja bertabrakan dengan seorang laki-laki dengan iris biru terang membuatnya penasaran. Perasaan seperti ada yang mengawasi dirinya setiap hari membuatnya menjadi tidak tenang dengan lingkungan sekitarnya. ©June 14th, 2018 waterlily
Todos los derechos reservados
#538
princess
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Miracle of Life
  • Serendipity : The Last Generation [Tamat]
  • Guardian Angel
  • The Savior of the Magic World "Crystal Academy" (END) [SDH PERNAH TERBIT]
  • MY FRIEND IS MAGIC
  • The Magic Stone: Crystalball [END]
  • The Fate Of Irina (Sudah Terbit)
  • Another Life [unedited][✔]
  • Double B
  • Second Life Changes Everything

Bukannya pergi ke alam baka setelah insiden penembakan yang ia alami, namun pada saat membuka mata, pemandangan yang pertama kali dilihatnya adalah wajah seorang pria rupawan yang membayang tepat di atasnya. Ia dan pria itu sama-sama telanjang dan pria itu berada di atasnya karena sedang menyetubuhinya. Secara refleks, Isvara menonjok wajah pria itu kemudian mendorong tubuhnya agar menyingkir dari atasnya. "Apa yang kau lakukan!" raung pria itu. ****** Situasi dan keadaan macam apa ini? Belum selesai benaknya memikirkan tragedi penembakan yang ia alami, Isvara malah dihadapkan dengan kejadian aneh dan rumit. "Apa kau Raja Zeroun Xerxes Ivanovski? Apa sekarang aku berada di Kerajaan Amalis?" Isvara bertanya hanya untuk memastikan. "Untuk apa bertanya sesuatu yang sudah kau ketahui," desis pria itu. "Sepertinya kau benar-benar kerasukan, Selir Isvara Lavanya," imbuhnya. Jawaban pria itu secara tidak langsung mengiyakan pertanyaannya. Isvara tercenung. Darah di wajahnya seolah tidak mengalir sebagaimana mestinya, wajahnya pucat pasi. Bagaimana mungkin ia berada di sini, di dalam buku fiktif kuno pemberian kakek buyutnya, tempat fiktif yang mungkin tidak tertera dalam peta dunia. ****** Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, itu adalah kebetulan semata. *Pictures in some chapters by pinterest. #1 in Indonesia 14/10/23 #1 in Takdir 18/10/23 #3 in Cinta 18/10/23 #1 in Reinkarnasi 20/10/23 #1 in Fantasy 23/10/23 #1 in Posesif 23/10/23 #1 in Romansa 30/10/23 #1 in Kingdom 07/11/23

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido