Rindu di Bulan Juni

Rindu di Bulan Juni

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 3, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Cerita yang mengambarkan Kerinduan Pada Bulan Juni (juni adalah bulan Ramdhan dan Hari bahagia umat islam). Tetapi, pada saat itu masi ada rindu yang masi tertanam kaku hingga beku di ruang hati yg sembilu, hingga kapan entah kapan rindu yang semu itu berujung. Hari itu tepat hari kamis tanggal 07 juni 2018 cuaca pada sat itu tak menentu karna hujan dan cerah dapat menyatu indah di hari itu. Hari ini aku mau ke tempat hati ku berada, menuangkan kehangatan yang akan menjadi hal yang terindah yang pernah ku lewati. Tepat pada pukul 02:52 , aku bergegas menemuinya, sambil ku panas kan motor ku diluar dan kukunci semua jendela yang ada di rumahku, agar tak ada yang dapat masuk ke ruangan rumah ku dan mencuri apa yang ada di dalamnya. Sebelumnya aku telah menyiapkan hati ku untuk menemuinya karna banyak sekali yang akan terjadi, moment yang tak tau seperti apa yang akan di lewatkan. Kemudian kunaiki motorku dan kunyalahkan dan perlahan ku tinggalkan kediaman ku, beberapa saat aku mengitari sudut" jalan yang ramai sekali akan kendaraan yang bertumpuk dan menghambat perjalanan ku. Apakah ada sesuatu yang menghalangi sehingga dapat menyebabkan kemacetan yang sangat panjang, perlahan ku lewati semua itu hingga beberapa saat aku dapat terlepas dari kemacetan yang menghalangiku. Bersambung....
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Penantian Hujan
  • Aku Dan Runi
  • Cinta Terlarang Seorang Guru
  • My Duchess / End
  • Cahaya [COMPLETED]
  • Meninggalkan Tanpa Pamit
  • Aku, Kamu dan Hujan
  • bait bait cinta

Disaat ribuan kenangan yang tertinggal beberapa waktu lalu, ternyata belum terkubur jauh-jauh karena mungkin ini adalah kisah cinta yang terlalu cepat. Atau sebuah permainan kematian yang harus diselesaikan sebelum tgl 13 atau sebelum bulan purnama berakhir. Disaat semuanya diselimuti rasa takut, terjebak bersama iblis di sebuah rumah tua. "Mengapa pelangi itu cepat pudar? Hilang antah berantah tak ada kabar. Kini hati rindu resah, sulit tuk mengungkap rasa. Apakah hujan akan segera membawa kembali. Hati yang memantau cinta yang menanti." "Angin telah bertiup lalu, daun-daun kering menghilang sekejap..datang sekawanan debu yang menghalau mata bara api, hingga hadirlah secercah cahaya yang membuat bunga kembali berseri." Lalu kamu bukanlah Caesar, Mark Anthony atau pun Ptolomeus yang bengis dan sadis. Namun ini adalah kisah cinta seorang jurnalis yang manis dan sinis. Pertemuan singkat antara jurnalis muda dan arkeolog muda. Kekuatan dari segalanya tak akan berguna tanpa cinta. Aku ingat itu kawan. -Hujan kali ini membawaku pada kenangan sekaligus membawa kenangan itu pergi menjauh dariku. Itulah sebabnya aku menanti hujan reda-

More details
WpActionLinkContent Guidelines