Sabar Dalam Penantian(Memantaskan Diri)

Sabar Dalam Penantian(Memantaskan Diri)

  • WpView
    Reads 2,319
  • WpVote
    Votes 73
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadComplete Tue, Apr 9, 2019
khadijah dipertemukan dengan pemuda yang bernama zakir. perbedaan usia mereka 4 tahun yang terbilang cukup jauh.. Khadijah dihadapkan oleh penantian yang tak kujung usai,membuatnya harus bersabar dalam penantian selama bertahun tahun.memantaskan diri ini hal yang baik buat khadijah.. Disaat ia menjalani penantian, Allah pun mendatangkan ujian secara bertubi tubi membuat khadijah hanya bisa pasrah pada sang pencipta..sabar,sabar,dan sabar yang ia teguhkan... Dan (ingatlah kisah) Zakaria, tatkala ia menyeru Tuhannya: "Ya Tuhanku janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkaulah Waris Yang Paling Baik(AL-ANBIYAH:89)
All Rights Reserved
#82
dalam
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta Dalam Iman
  • Surat Untuk Takdir [ ON GOING ]
  • TAKDIR dan DO'A
  • Alam Beda Satu Tujuan [SELESAI]
  • Antara Hati dan Iman ✅
  • Humaira Az-zahra
  • Cahaya Takdir
  • Assalammualaikum, Ustadz [END]
  • Cerita Dalam Penantianku (End)
  • CINTA DALAM PENANTIAN [TERBIT ]

Azha tidak pernah menyangka bahwa langkah pertamanya di pesantren akan mempertemukannya dengan Muaz-santri yang dingin, pendiam, dan selalu terlihat serius dengan hafalannya. Sejak awal, mereka berada di dunia yang berbeda. Muaz sibuk dengan hafalannya, sedangkan Azha berusaha menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Namun, takdir selalu punya cara unik untuk mempertemukan dua orang yang seharusnya berjalan di jalur masing-masing. Tatapan yang tak sengaja, pertemuan di tempat yang tak terduga, hingga percakapan-percakapan kecil yang membuat Azha menyadari bahwa Muaz tidak sekeras yang terlihat. Di antara hafalan dan kesibukan pesantren, Azha mulai memahami bahwa ada jeda di antara mereka-sesuatu yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Jeda itu bisa berupa harapan, doa, atau bahkan perasaan yang perlahan tumbuh namun tak bisa diungkapkan. Tapi ketika waktu mulai memisahkan mereka, Azha dan Muaz harus menghadapi kenyataan bahwa tidak semua perasaan bisa menemukan jalannya sendiri. Apakah keduanya akan tetap berada di jalur masing-masing, ataukah takdir akan membawa mereka kembali bertemu di titik yang sama? Sebuah kisah tentang perasaan yang terpendam, tentang ketulusan dalam diam, dan tentang bagaimana Allah selalu punya rencana terbaik di setiap jeda yang tercipta. 🕐 UPDATE SETIAP SELASA & MINGGU

More details
WpActionLinkContent Guidelines