FirstLove Seorang PlayBoy And Bedboy.

FirstLove Seorang PlayBoy And Bedboy.

  • WpView
    LECTURAS 6,058
  • WpVote
    Votos 181
  • WpPart
    Partes 6
WpMetadataReadConcluida lun, ago 6, 2018
Gavin memang tukang buat onar namun dia juga masih moral dan punya penderitaan, apalagi ketemu sama xceanNya SMAN Merah Putih beuhh tambah berwarna lagi hidupNya, setelah .erasa terpuruk lalu akirNnya nemuin firstlove Nya. Dan sebenarNya aku gtw sampai kapan akhir cerita ini. Selamat membaca ya saya Risa Fardhillah ingin mengucapkan terima kasih sudah membaca cerita saya. By © copyright Risafardhillah CoverBy #2018
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • My Little Monster - Completed
  • CINTA YANG NYATA
  • First Love
  • Heart to you.(END)
  • Hurt Love
  • white heart
  • Kamu
  • KERLIP BINTANG CINTA

Mata itu tiba-tiba terbuka dan menatapku. Langsung ke manik mataku. Aduh, copot deh ini jantung. Tali mana tali, buat ikat jantungku biar nggak jatuh. Hiks tolong.... "Kamu jangan pergi, temani aku disini," ucapnya pelan lalu memejamkan matanya lagi. "Hah? Mm... iya," gumamku sambil mengangguk pelan, meski ia tak melihatnya. "Kakak kenapa mabuk?" tanyaku memastikan apa ia bisa di ajak berbicara dengan normal. Lagi pula orang mabuk biasanya akan berkata jujur. Ku pikir dia ada masalah, meski jahat sih jika mendengar curhatan orang yang sedang mabuk, sedangkan aslinya ketika sadar ia akan memusuhiku lagi. Ilsya hanya tersenyum dalam tidurnya. Lantas tak lama bibirnya tiba-tiba melengkung kebawah, terlihat cemberut. Aku nyaris tersedak liur menahan tawa melihat ekspresi wajahnya yang dapat berubah-ubah dengan sendirinya. "Aku nggak suka liat kamu dengan orang lain." Jawabnya dengan raut wajah yang masih sedih. WHAATT?!! Ng-nggak suka, aku dengan yang lain? Sialan Monster ini, meski dalam keadaan mabukpun dia masih bisa membuatku grogi. "Maksud kakak apa?" tanyaku penasaran. "Aku suka kamu, bodoh!" jawabnya lantang, terdengar jelas di telingaku. Jedaaaaaaar...... Siapa yang sangka jika cinta bisa hadir dari rasa benci, dari caci, dari maki. Hinggi bersemi dalam hati tanpa bisa dipungkiri. Cinta ya cinta, tak memandang status, tak mmandang harta, derajat, ras, agama, dan jenis kelamin. Jika cinta telah menancapkan panahnya, siapapun takkan mampu menampiknya.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido