We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
SENDU
  • WpView
    Reads 63
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 5, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Beberapa konflik yang dibungkus dalam sebuah cerita. *** Bukankah diriku ini ciptaan Tuhan? Jika kalian mengejekku sama saja dengan mengejek-Nya! Jika kau membuat sebuah gambar apapun itu lalu aku mencercanya, siapa yang akan merasa sakit hati dan marah? *** Jangan lupakan aku, jangan lupakan keberadaanku. Ku mohon. Ayah, ibu. Tidakkah ayah dan ibu berpikir bahwa suatu saat kalian akan menua? Dan siapa yang pertama kali kalian cari? *** Ku kira semuanya akan berbeda karena aku mencoba menjauhi segala hal apapun yang berkaitan dengan mereka. Tapi kenyataannya, sebuah hal serupa terjadi lagi. Kenangan buruk dimasalalu terulang lagi. Kali ini lebih menyakitkan, mereka merisakku dengan cara tidak langsung. Aku tak bisa terus berdiam diri dan melakukan hal yang sama, aku harus melawan. *** Ketika dia hadir dan memberi warna baru dalam kehidupanku.
All Rights Reserved
#384
pertemanan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ELGITA: Yang Tak Pernah Terucap (END)
  • Abimana Si Musang [BL] (lengkap)
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Juan [REVISI]
  • My Perfect Arland
  • Tomboyish Girl [Proses Penerbitan]
  • Semesta (offGun)
  • Regrets of Love

Warning ❗Plis, no copy paste/plagiat cerita orang❗sebelum membaca Vote dan follow. Semua orang mengatakan Gita adalah penyebab kematian saudara kembarnya. Tidak ada yang peduli untuk bertanya bagaimana rasanya kehilangan seseorang yang selama ini selalu berada di sisinya. Sejak tragedi itu, hidup Gita berubah sepenuhnya. Gadis yang dulu ceria kini hidup dalam bayang-bayang masa lalu, dikelilingi tatapan yang menghakimi dan tuduhan yang tak pernah hilang. Bertahun-tahun kemudian, ketika ia mulai mencoba menata hidupnya kembali, serpihan kebenaran yang lama terkubur perlahan muncul ke permukaan. Namun semakin dekat Gita pada jawaban yang selama ini ia cari, semakin ia menyadari bahwa tidak semua luka berasal dari kebencian. Sebagian lahir dari kata-kata yang tak pernah diucapkan. Dan sebagian lagi dari pertolongan yang datang terlambat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines