Mahligai Cinta

Mahligai Cinta

  • WpView
    Reads 66
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 29, 2018
Teeeet teeeeeeet.... Bel waktu masuk sekolah telah berbunyi,,ia pun bergegas mengayuh sepedahnya yang berwarna merah muda dengan keranjang yang masih kokoh walaupun sudah tidak sesuai letaknya lebih cepat karna sebentar lagi gerbang akan ditutup. "Pak pak tunggu pak.!!!" ucap gadis tersebut dengan nafas yang tersekat-sekat.. Lagi-lagi ia terlambat masuk ke sekolah,,dengan wajah yang setengah memerah ia menggandeng sepedah kesayangannya itu dengan rasa penyesalan yang mungkin bukan sekali atau dua kali. "Eh,,si neng lagi neng lagi,,tunggu diluar ya neng sampe bel waktu masuk pelajaran berbunyi,, makannya lain kali bangunnya agak pagian". kata pak satpam seraya tertawa mengejek. "Ya Allah pak,,sayakan cuma telat dikit doang,,plis pak izinin saya masuk yaa.? masa bapak tega liat saya berdiri diluar sini sambil gandeng sepeda?". sambil menoleh ke belakang,,betapa terkejutnya ia melihat segerombolan laki-laki sedang memperhatikan ia sejak tadi. Ia sadar hanya ia seorang yang terlambat dari para kaum hawa. Iapun memutuskan untuk tidak berkutik sampai gerbang itu dibuka kembali. penasaran tentang profil si gadis itu? sebut saja si Arwel (Anak rese yang puaaling bawel) tapi nama aslinya Ardani Watsiqah (perempuan suci yang percaya diri) sebenarnya sebutan Arwel itu singkatan dari Ardani Bawel siih.. karna dia itu bawelnya nggk ketulungan,,tapi para pembaca tidak usah khawatir karna ia adalah seorang anak yang asyik, seru dan manis (hehe).. Mari kita simak lanjutan kisah hidupnya dari si penulis ini yaa,, "konseeeeentrasi". ( logat ala si Ojan ) Bel pertamapun telah berbunyi,,bergegas Arwel mendorong sepeda ke arah parkiran dan berlari ke kelas dengan harapan semoga teman-teman tidak menyorakinya lagi dan pak guru tidak menarik telinganya. Di lapangan sekolah tak sengaja Arwel bertatap wajah dengan seorang yang pernah ada dimasa lalunya,,seseorang yang selalu membuatnya penasaran dengan tingkahnya dikala itu. Siapakah dia.? Simak cerita selanjutnya.....
All Rights Reserved
#10
karyabangsa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Preman Sekolah Jatuh Cinta (PINDAH KE DREAME)
  • (Not) A Dream School (On Going)
  • THE CLIMB [Completed]
  •  At SKOOL?
  • ARSYA 2✔
  • (menuju) Jodoh Halalku [TAMAT]
  • REWRITTEN | END
  • Liberosis
  • AGGA
  • East sky first love

Tepat di depan mata. Raiya seakan membeku disana, matanya nggak terlepas dari mobil yang baru saja terlempar tepat di depannya. Entah kenapa keadaan seolah semakin mendramatisir, hujan turun dengan derasnya sore itu, memadamkan api yang berasal dari ledakan mobil di depannya. Suara sirine ambulans saling bersautan dengan suara sirine mobil polisi, keadaan semakin kacau. Beruntung, yah Raiya bersyukur seseorang yang berada di dalam mobil itu sudah diselamatkan sebelum mobil meledak. Dan seketika itu pula, tubuh Raiya langsung limbung terjatuh begitu saja, isakan tangisnya semakin jelas terdengar meski di bawah guyuran hujan. Satu patah kata pun nggak bisa terucap, ingin sekali dia menghampirinya yang sudah berada di mobil ambulans, tapi kakinya masih saja membeku di tempat. Hanya sesak yang terasa. "Kak Chi-ko ...." "Dia nggak akan kenapa-kenapa! Ayo Ray, gue anter pulang sekarang!" ajak paksa seseorang yang sudah berdiri sejak tadi di belakang Raiya, tapi Raiya hanya bergeming. Seseorang itu samasekali nggak menduga kalau hal semacam ini akan terjadi. Liontin yang ada di genggamannya seketika terlepas begitu melihat mobil lamborgini hitam yang sangat dia kenal terlempar begitu saja di depan Raiya. Dia dekap Raiya ke pelukannya, menatap nanar ke mobil yang sudah nggak berwujud itu. Hanya satu yang ada di pikirannya saat itu, penyesalan. "Kak Chiko, itu Kak Chiko, nggak, nggak, itu bukan Kak Chiko, pasti itu bukan Kak Chiko, dia bukan Kak Chiko!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines