ReFaMi
  • WpView
    Reads 293
  • WpVote
    Votes 64
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Sep 12, 2019
Gimana sih perasaan kalian waktu perjuangan kalian ga dianggep, bukannya nempel kekita malah nempel ke cowo lain, sakit kan. Apalagi kalau perjuangannya itu udah lama banget, dia rela nunggu cewe yang disukanya sampe peka, bahkan si dia ini ga pernah pacaran hanya buat nunggu si cewe itu. Kalo kalian yang diperlakuin kaya gitu gimana? Beralih ke yang lain atau peka dan berbalik ke si dia? "Re gue suka loh sama lo." Si Dia. "Oh masa, siapa suruh suka sama gue." Ucap si cewe.
All Rights Reserved
#457
kimsohyun
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Upside Down
  • JUST FOR HEART
  • Kelas A [End]
  • Perfect Love
  • Senja Jingga
  • Cool Ketos💣[End -- Sudah Terbit]
  • AYDEN ALFINO
  • [END] Be My Boyfriend for One Month
  • KANARA [COMPLETED]
  • GeVania [END]

"Gue kasih tawaran, lo terima, kita pacaran." Riki dan Ami pacaran. Itu hal yang mustahil, seperti mustahilnya air menyatu dengan minyak. Persaingan tak kasat mata antara siswa jurusan IPA dan IPS justru tak menggentarkan langkah Riki untuk tetap berada di sisi Ami. Resiko besar yang dihadapinya adalah tidak dipercaya lagi oleh teman-temannya sebagai komandan siswa IPS. Riki suka pada Ami, tapi dia ragu apakah Ami juga suka padanya? Atau menganggap ini hanya kesepakatan antara dirinya dan Ami? "Aku terima kamu." Dia menatap Ami tak percaya. "Seriusan lo?" Dia dan Riki pacaran. Ya, dia dan laki-laki itu... Tidak! Ami tidak pernah benar-benar menerima tawaran untuk jadi pacarnya. Ami suka pada laki-laki lain, bukan dia. Permusuhan siswa jurusan IPA dan IPS sudah seperti musuh bebuyutan, entah sejak kapan dimulai. Lagipula Ami ada di pihak netral. Bukan karena laki-laki yang disukainya pun ada di pihak yang sama, tapi lebih karena Ami tak suka keributan. Namun, Ami tak bisa tinggal diam saat Riki tak lagi berada di sisinya. Kebencian perlahan membakar hatinya, lebih dari yang ia bayangkan. Hingga ia tidak menyadari telah membuat laki-laki itu hilang dari sisinya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines