MASIH MENDUNG

MASIH MENDUNG

  • WpView
    Reads 1,785
  • WpVote
    Votes 238
  • WpPart
    Parts 67
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Aug 24, 2018
Butuh saya? Hubungi melalui email itsmathilda26@gmail.com (menerima keluh kesah yang kadang bisa memberi solusi cerdas, juga kadang bacotan entah berantah) Terimakasih untuk # 1 - dariku # 1 - pemuja #7 - dalamdiam # 9 - untukmu Hanya sekedar basa-basi dalam cerita, yang dirangkum khusus dalam satu part. Tiap-tiap part berbeda tema. Kadang bahagia, kadang kelabu tua. Tak bisa ku pastikan pura-pura atau nyatanya. Anggap sajalah ilusi semata. Namun kadang sedikit nyata. Curhatan curhatan mereka, ku satukan menjadi kalimat dalam cerita. Terkadang singkat, kadang juga tak disangka-sangka. Bisa jadi untuk memadakan perasaan yang sulit disampaikan. Pesan singkat atau surat cinta, dan bisa saja surat kecewa. Atau juga rasa sakit yang tak terlepaskan. Jangan terlalu kecewa, jika seandainya tulisanku tak memenuhi keinginan. Jangan kecewa jika seandainya tak bisa menarik garis tipis dipipimu membentuk senyuman indah. Dan jangan pula kecewa, jika tulisan dariku tak membuat hatimu merasa haru. Aku tak menjamin, tulisan-tulisan ini bermanfaat. Namun tak apalah. Yakin saja, ku usahakan kau tak akan kecewa. *Kupastikan aku kecewa jika kau copas tanpa nama diriku. Terakhir diperbarui, 4 juni 2018 Salam penuh cinta, Dari Matilda 🖤
All Rights Reserved
#1
dariku
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tepian Semu || Lilynn✅
  • Rangkaian Kata 2 (Completed)
  • Jatuh Cinta itu Luka
  • Kepada sang pencipta rindu
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||
  • KEPOMPONG
  • Ayo menepi dulu, sebentar saja.
  • Malam Membiru.

Dia ada, tapi tidak seharusnya. "Kamu nggak pernah percaya sama sesuatu?" Tepian itu kini kugambar perlahan. Sebelah sini: manusia yang nyata, dunia yang nyata. Sebelah sana: senyummu yang dulu kusangka nyata... "Siapa lagi yang harus kupercaya!!" Sentuhan, hembusan, tatapan, pergerakan, rasa cinta, rasa sayang, semua terasa begitu nyata. "Aku nggak bakal pergi, aku bakal selalu ada buat kamu." Semua itu membuatku terjatuh, terlena, rasa ingin terus menetap. Namun, bayangmu, menghilang perlahan, bagai serpihan pasir. "kenapa... kamu- arrgghh!! Harusnya kamu pergi! hilang!" Kamu berbohong, kamu meninggalkanku. Kamu yang memaksaku percaya pada cinta, tapi kamu juga yang menghancurkan kepercayaan itu. Dan Aku, kembali sendiri. "Mas? Kenapa teriak-teriak?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines