Seribu (1000) Puisi u/ Jonggrang

Seribu (1000) Puisi u/ Jonggrang

  • WpView
    Reads 616
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 24, 2025
Masih ingat bab '1000 puisi' di cerita 'Prajna Paramitha' ? Yup. Disana disebutkan bahwa Jongrang tak meminta Candi kali ini melainkan meminta dibuatkan Puisi. Lucu ya? saya aja yang nulis juga ketawa sendiri. Karena puisi ini dari pihak Bandung Bondowoso u/ Jongrang jadi updatenya ngikutin sama yang mbikinnya. Doakan semoga puisinya selesai ya Qeqeqeqe Dan Jonggrang bersedia menerima pinangan Bandung Bondowoso setelah mas kawin berupa 1000 puisi telah terpenuhi. Aamiin Enjoy Reading 2 Juni 2018
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ANDINI (SUDAH TERBIT NOVEL CETAKNYA)
  • TENTANG RASA
  • Tentang Kamu; Fatamorganaku
  • Goresan Pena
  • KHAVI
  • Kamu Milikku (Tamat)
  • ...
  • Live, Laugh, Love, & Cry 💕 [ PUISI ] ✔️

::Telah terbit dalam versi novel cetak:: Beberapa part dihapus untuk kepentingan penerbitan. Rank #2 in #romance (13 Mei 2018) #3 in #romance (9 Mei 2018) 🍁🍁🍁 "Kamu yakin mau nikah sama saya?" Pertanyaan Gilang membuat Andini nyaris menyemburkan es jeruk yang baru saja ia teguk. "Nggak pake basa basi banget ya?" protes Andini. "Lah, tadi katanya mau ada kelas lima belas menit lagi?" Gilang menjawab dengan santai. "Saya nurut ayah saya saja." "Artinya kamu mau nikah sama saya kalau ayah kamu nyuruh begitu?" Andini mengangkat kedua bahunya sembari menyeruput es jeruknya dengan sedotan. "Insyaallah keputusan ayah adalah yang terbaik buat saya," lanjutnya. "Tapi saya nggak cinta tuh sama kamu." "Sama, saya juga kok." "Saya cintanya sama orang lain. Gimana dong?" "Ya kenapa Mas nggak nikah saja sama orang itu?" "Orangnya nggak mau saya nikahin." "Wah, kasihan dong Mas." Gilang tertawa. Antara kesal, namun juga kagum karena gadis di hadapannya bisa segera mengimbanginya. "Lebih kasian mana sama kamu? Disuruh nikah sama laki-laki yang cintanya ke orang lain?" Andini mendengus. Laki-laki ini memang benar-benar menyebalkan. "Segala kemungkinan bisa terjadi. Siapa tahu nanti Mas bakal jatuh cinta setengah mati sama saya." Andini sengaja memasang espresi ter-angkuh yang bisa ia persembahkan pada lelaki di depannya. "Oh ya? Saya nggak janji ya," cibir Gilang. "Saya juga nggak minta mas janji sama saya kok. Janjinya sama ayah saya saja." Andini menyeruput es jeruknya hingga tandas. 🍁🍁🍁 (Gilang, 29 tahun, pegawai BUMN pelabuhan.) (Andini, 20 tahun, mahasiswi fakultas ekonomi.) ??? Copyrights ©2018 by Santy Diliana Ilustrasi Cover By : Vilsmeier Telah terbit novel cetak dan e book di google playstore.

More details
WpActionLinkContent Guidelines