Hutan Kematian

Hutan Kematian

  • WpView
    Reads 2,200
  • WpVote
    Votes 182
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 23, 2022
Kisah ini menceritakan tentang 5 orang mahasiswa/i Universitas Oxford yaitu Arman, Ivanya, Farah, Vega dan Randy. Pada awal liburan kampus mereka memutuskan akan pergi berkemah di sebuah hutan yang ada di sebuah Desa yang dijuluki sebagai Desa Keramat, karena penasaran dengan cerita mistis nya yang sering dibicarakan masyarakat dan orang-orang sekitar. Maka mereka memutuskan untuk pergi menelusuri hal yang sering dibicarakan oleh orang-orang. Hutan itu katanya memiliki cerita mistis tersendiri. Banyak masyarakat bilang jika ada orang yang pergi ke hutan tersebut mempunyai niat yang tidak baik, tidak menjaga sikap dan ucapan maka akan membuat penunggu dihutan marah. Pernah terjadi sebuah kejadian beberapa bulan lalu para remaja yang berkemah dihutan itu hilang tanpa jejak. Sampai detik ini masyarakat tidak tahu di mana keberadaan remaja itu. Banyak orang-orang mengatakan bahwa para remaja itu diculik oleh makhluk yang menunggu hutan itu untuk dijadikan budaknya. Mulai dari saat itu, kepala desa dan masyarakat tidak begitu memberikan izin untuk masuk wisatawan pergi ke hutan itu... Karena cerita mistisnya maka, masyarakat disana memberikan nama hutan itu sebagai Hutan Kematian...
All Rights Reserved
#14
kemah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LARUNG
  • Lembah Arunika
  • KKN DI DESA PENARI (Versi Widya)
  • KKN HOROR
  • RUMAH KOST REMASURI (TAHAP REVISI)
  • TIANG KEMBAR (DIA BUKAN NENEKKU)
  • Teror sinden (Liburan Telaga Tengah Alas)
  • THE DARK FOREST (Terbit!)
  • LANTAI 3
  • The Nightmare Stories (Completed)
LARUNG

Di balik keindahan sebuah desa di atas bukit, tujuh sahabat tanpa sadar membuka pintu menuju rahasia kelam yang telah lama terkubur. Mereka datang untuk berlibur namun justru menjadi bagian dari ritual kuno yang haus tumbal. Dinda, tanpa tahu siapa dirinya sebenarnya, menjadi kunci antara hidup dan kematian, antara warisan dan kutukan. Terkadang, masa lalu tidak hanya diwariskan, tapi juga menuntut dibayar dengan darah. Dan tidak semua warisan pantas untuk diterima walau dalam keadaan pasrah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines