KEPINGAN HATI ALISA (Sudah terbit)

KEPINGAN HATI ALISA (Sudah terbit)

  • WpView
    Reads 120,561
  • WpVote
    Votes 4,180
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Feb 8, 2019
Alisa Mafaza, wanita hebat yang hidupnya banyak berubah semenjak kepergian ayahnya, berjuang menafkahi ibu dan adik-adiknya. Taufik, suaminya, bukanlah lelaki ideal yang cukup sabar membersamai. Kehadiran Metta membuat kepingan hati Alisa makin tercecer berantakan. Reyhan, lelaki dari masa lalunya, menjanjikan sebuah kebahagiaan yang Alisa tak tahu apakah itu sungguh-sungguh takdir baginya, ataukah sekedar harapan kosong. Blurb : "Ambillah sebanyak yang kamu mau! jangankan mawar ini, jika kamu mau, hatiku juga boleh kamu ambil, bawa pulang, jangan sampai ia berkeliaran lagi tanpa tujuan." -Reyhan- "Bahkan, cintaku padamu jauh lebih besar dari sebelumnya. Jika dulu, aku mencintaimu atas alasan kecantikanmu. Maka sekarang, aku tak lagi butuh alasan untuk mencintaimu." -Taufik- "Duhai angin malam yang berhembus berirama, sisakan gerimis untukku, aku ingin membasuh tubuhku yang telah kepayahan karena cintanya. Ia kembali memikatku, aku tak akan pernah bisa menahan nafas yang bergejolak ini, aku kembali jatuh cinta padanya." -Alisa-
All Rights Reserved
#147
poligami
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BUNGAKU TELAH KERING [Belum revisi]
  • Cinta Kedua (END) 21+
  • Because I Love You ( TAMAT  )
  • Lelaki Pilihan Ayah & Lekaki Yg Mengagumi Ku [END]✓✓
  • Tangisan Hati (Completed, Cacat Logika)
  • Takdir Cinta [TAMAT]
  • Mahligai Cinta [END]✓
  • Sebuah Usaha Mencintai [TAMAT]
  • Cinta Yang Tak Pernah Selesai

Tinggalkan cerita ini jika membuatmu lalai. "Aku yakin. Allah beri ini semua karena Allah udah siapin hal terindah setelah ini." -Rayyaza Shayla Danendra. "Izin sebut nama lo dido'a gue, ya. Gue siap kecewa kalau seandainya kita berdua gak bersama." -Habibil Alfa Ramadhan. Bunga itu... Telah mengering seiring berjalannya waktu. Tapi, tidaklah mungkin ia melupakan siapa yang memberi sekuntum mawar merah yang mulai menyoklat itu. "Selamat hari ibu untuk ibu dari anak-anak ku. Terimakasih sudah menjadi wanita hebat dihidupku, ya. Mawar ini, pertanda bahwa aku, sangat mencintaimu, " ujar laki-laki itu sangat manis. Sebuket mawar itu dipajang indah dilemari kaca yang tinggi. Harumnya begitu menyerbak, dan kelopaknya yang begitu segar. "Terimakasih,ya. Aku gak tau lagi mau ngomong apa selain terimakasih. Hanya kamu, laki-laki yang bisa menerima kekurangan ku. Terimakasih,ayah dari anak-anakku." Wanita itu menghapus air matanya yang mengalir dipipi ranum nya. -selamat membaca-

More details
WpActionLinkContent Guidelines