KABUT KEHIDUPAN

KABUT KEHIDUPAN

  • WpView
    Reads 0
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 4, 2018
Perjalanan hidup Marni yang belum menikah di usia menjelang 30 tahun. Usia yang terlalu tua untuk gadis di desanya untuk menikah. Perjalanan kehidupan dimulai saat Marni dilamar Timin, duda beranak dua yang baru 100 hari ditinggal wafat istrinya. Ada larangan menikah dengan Timin karena bisa jadi Marni akan bernasib sama dengan istri Timin yang meninggal. Apa yang akan dilakukan Marni? Kisahnya ada di dalam KABUT KEHIDUPAN
All Rights Reserved
#558
medis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dear, Chester
  • RETROGRADE : Behind The Lie
  • Biarkan Senja Ini Lebih Lama Lagi
  • Istri Atau Sarjana [Tamat]
  • Perempuan Kedua
  • 𝐋𝐮𝐤𝐚 & 𝐑𝐢𝐧𝐝𝐮 [END+TERBIT]
  • PAMIT (END)
  • Orang Biasa
  • Rani _ Takdir kehidupan
  • Ramadhan Tale [ END ]

Bagi Magali, menikah bukanlah rencana yang punya tempat khusus di otaknya. Dia terlalu menikmati dunia tempatnya bekerja. Namun, jatuh cinta kepada Kaiman yang punya kesederhaan bukanlah hal yang direncanakan Magali. Bahkan Heidi yang mati-matian mengejarnya dari lama, selalu saja ditolak Magali meski Heidi punya segalanya. Hingga akhirnya Magali tidak bisa menolak lamaran Kaiman untuk lebih serius dalam berhubungan. Dan lahirlah Chester, manusia kecil yang merepotkan dan membuat Magali mempertanyakan kembali, apakah dia sudah gila dan tidak waras ketika menerima lamaran Kaiman? Dunia Magali sekejap hilang karena Chester, si anak spesial. Godaan untuk meninggalkan Kaiman dan Chester terus mencubit dan merayu untuk dilakukan. Rasa pernikahan pun sudah terasa aneh di benak Magali. Dia terjebak dalam pikiran-pikiran kecemasan, kegelapan, dan gairah yang kian hambar sejak Chester membuatnya jungkir balik menjadi ibu. Pada akhirnya inilah tantangan Magali sesungguhnya, yaitu lahirnya Magali yang baru, entah dia menerima kehidupan yang dianggapnya cacat, atau memilih pergi untuk menghindari luka.

More details
WpActionLinkContent Guidelines