Secangkir Kopi Rindu

Secangkir Kopi Rindu

  • WpView
    Reads 1,679
  • WpVote
    Votes 167
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 9, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Masih terngiang di otak, perkataan dari sahabatnya, "Hubungan lo berdua itu, sama aja kaya menghitung mundur waktu untuk berpisah!" Deg. Dia kembali mencernanya dalam pikiran. Ah, ngaco! "Lo gak tau aja apa yang gua rasain!" teriaknya dalam kamar, sendirian. Lalu mengusap wajah, dan menutupnya dengan kedua telapak tangan. Brug. Tembok kamar menjadi sasaran empuknya, dia memukul satu kali tembok itu dengan keras. Lalu mengambil satu anak panah berukuran kecil bewarna merah dan langsung melemparnya ke titik tengah papan yang tergantung di tembok. Set! Tembakannya meleset. Arghh! Semua yang dialaminya, membuat stress tidak karuan, kacau, semua kacau! "Apa salahnya sayang sama seseorang?!" Highest Rank #1- Perkuliahan [21/7/2018] #70- Indonesia Membaca [22/7/2018] Published 20 April, 2018
All Rights Reserved
#59
coffee
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Love In Silence (Complete)
  • Lamar Gue!
  • LENRIC [ALBERIC2]
  • REANA [SELESAI]
  • Renald (Open PO)
  • Ar.
  • Tameng
  • Andran [COMPLETED]
  • Gone(✔)🔚
  • Possessive Badboy [END]

Semua tak akan ada artinya jika hanya sebatas kata-kata belaka. Semua tak akan ada hasilnya jika hanya sebatas memendam rasa. Hanya bisa menutup luka. Menahan api cemburu. Memendam rasa kecewa. Meskipun tidak pernah pacaran, setidaknya aku juga pernah memendam perasaan kepada orang lain. Where there is love, there is life.

More details
WpActionLinkContent Guidelines