crazy love Squad (revisi)

crazy love Squad (revisi)

  • WpView
    Reads 5,149
  • WpVote
    Votes 75
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Sep 24, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Persahabatan yang mereka jalin sejak kecil dengan dengan penuh cinta dan perjuangan, akankah terus bertahan seiring mereka dewasa dan mulai mengenal cinta? Alesya leona shania, seorang gadis cantik yang lemah lembut, humoris tetepi juga ternyata yang paling menyimpan banyak luka Kehancuran keluarga kecilnya membuatnya tak sebahagia gadis gadis lain seusianya. Bersama Sheyla nadira anata, seorang gadis yang paling ceria dan juga cerewet. Namun dibanding yang lain ialah yang paling mengerti sahabat sahabatnya. Dan Alesha almira anzani, gadis manis blasteran arab yang memiliki kulit sedikit kecoklatan dan hidung mancungnya, membuatnya tampat sangat manis. Dan terakhir, Raden ayu rasyfah kirani. Sang pecinta mr matematic dan mr sains. Mimpinya sederhana, ia ingin membaca semua buku yang ada didunia. Hingga takdir akhirnya mempertemukan mereka dengan Aksa raga wardana. Perpaduan antara alis hitam tebal dengan bola mata kecoklatan, dan rahang tegas, serta hidung mancungnya membuat sebuah perpaduan yang sempurna bagi siapapun yang melihatnya.
All Rights Reserved
#783
anaksma
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lantas (END)
  • RAYFA[END]
  • ALISYA &Alvaro
  • Rumah Tanpa Atap
  • Three Fighters [Sudah Terbit]
  • Sayang
  • Endlessly
  • Friendship In Love
  • Menunggu Senja Kembali

PERINGATAN ⚠️ Di beberapa part terdapat adegan kekerasan dan kata-kata kasar! ------------------------- Navisha Aqila Anastasia, gadis berambut sebahu berusia 17 tahun, adalah siswi cerdas yang selalu menjadi kebanggaan sekolahnya. Memasuki awal kelas 12, ia dipertemukan dengan Arzan Nauval Abraham, siswa yang harus mengulang tahun terakhirnya. Awalnya, mereka hanyalah dua orang asing yang kebetulan duduk di bangku yang sama. Namun, waktu demi waktu menghapus jarak di antara mereka, mengubah pertemuan biasa menjadi kisah yang tumbuh di sela tawa dan diam-diam yang saling mengerti. Hingga suatu hari, ada satu hal yang menyangkut orang tua mereka yang memaksa mereka untuk menjaga jarak, seolah perasaan yang sudah terlanjur tumbuh harus dibekukan begitu saja. Haruskah mereka menyerah pada ego orang tua mereka? Atau justru melawan demi kebahagiaan yang mereka yakini? ~~~ "Terima kasih, karena pernah menjadi rumah, meski bukan yang terakhir."

More details
WpActionLinkContent Guidelines