Vina tidak pernah ingin dijodohkan.
Di usia sembilan belas tahun, ia merasa hidupnya hancur saat dipaksa menikah dengan Vino-lelaki pendiam yang bahkan tidak ia cintai.
Sementara bagi Vino, pernikahan itu bukan sekadar kewajiban. Diam-diam, ia sudah mengenal Vina lebih lama dari yang perempuan itu tahu.
Pernikahan mereka dimulai dengan penolakan, pertengkaran, dan hati yang tertutup. Vina terus menjaga jarak, sedangkan Vino memilih bertahan dengan caranya sendiri-tenang, sabar, dan tidak banyak menuntut.
Namun semakin lama tinggal bersama, Vina mulai melihat sisi lain dari lelaki yang dulu tidak pernah ia inginkan. Perlahan, rumah yang terasa asing berubah menjadi tempat paling nyaman untuk pulang.
Di antara mimpi yang sempat hilang, luka keluarga, dan ketakutan menghadapi masa depan, keduanya belajar bahwa cinta tidak selalu datang di awal pertemuan.
Kadang, cinta tumbuh perlahan... dari seseorang yang tetap memilih bertahan meski tidak pernah dipilih sejak awal.
All Rights Reserved