Girls And The Covenants

Girls And The Covenants

  • WpView
    Reads 571
  • WpVote
    Votes 74
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 8, 2018
[REVISI SETIAP SAAT] Kecuali semua adalah ilusi. Di peradaban yang serba modern ini, tentu tak sedikit orang yang masih percaya pada ilmu hitam, dan kebenaran penyihir. Karena perkembangan zaman kekuatan magis itu perlahan tenggelam di pikiran masyarakat. Telekinesis, teleportasi atau sejenisnya yang berhubungan dengan kemampuan otak. Lebih masuk akal di banding ramuan dan mantra luar bibir dari tongkat sihir. Namun, jangan berpikir pendek untuk itu. Ada bagian lain yang mungkin saja tak pernah kita sadari dalam kehidupan. Contohnya 'penghuni dunia bawah' seperti vampire, manusia serigala. Cerita ini hanya tentang Negeri terpencil penyihir yang mencari hak dan kebebasan. Penyihir dalam cerita rakyat, yang tak pernah mendapatkan ketenangan karena manusia. Namun, ini terfokus pada seorang gadis penyendiri. Gadis pemimpi yang mencoba menenangkan pikiran. Membawanya pada cinta dan ciuman pertama. Saya akan bercerita pelan-pelan dan membuat readers lebih penasaran. Tentang gadis dan perjanjian penyihir. Kecuali semua adalah ilusi. Pengorbanan, keegoisan, kerja sama, bentuk tak peduli, kekeluargaan, pemaksaan, depresi. |jangan lupa tinggalin jejak vote ya ;)|
All Rights Reserved
#888
random
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Heirs of the Revis: The Locksmith
  • Ainslleya - Ainsleya : [ Anne Of Green Gables ]
  • The Miracle Of Crystals
  • Legacy of Velmora Season 1
  • Horibble Woman (END)
  • Belvita Transmigrasi
  • Visual Penggerak Pena [Kumcer]
  • Psikopat Digital? [End]
  • Felicia, My Darling! [TAMAT]
  • Cahaya [COMPLETED]

Orang-orang yang mencari kebenaran ... tidak pernah pulang. Hingar bingar bergemuruh dari kejauhan. Ketenangan hanyalah janji manis. Ketakutan adalah perkakas mereka yang tak pernah habis. Sore gagal menutup sengsara tiada henti. Hari silih berganti, kejutan baru pun menanti. Malam membisikkan lagu-lagu tidur pada aktor dan penari bersuara parau. Panah, huli, dan sabit menggantikan kaki yang berlari di alam mimpi. Oh, sayangku, betapa indahnya distopia yang kau lihat saat tertidur. Kalau kau kembali nanti, ajaklah aku ke sanyan dan berilah aku makian terakhirmu sebelum tahnan berkelip. • • • ❗Perhatian❗ - Mengandung unsur kekerasan berkaitan dengan latar cerita (part yang sedikit lebih eksplisit kekerasannya ditandai dengan TW di judul chapter) - Memiliki tingkat konflik cerita yang cukup berat dan penuh foreshadow. - Romance ada, tapi penulis akan lebih fokus menonjolkan strategi dan petualangan. (Sistem update adalah slow-update dikarenakan penulis perlu menyesuaikan perancangan naskah dengan aktivitas sehari-hari)

More details
WpActionLinkContent Guidelines