The Story Ahra

The Story Ahra

  • WpView
    Bacaan 725
  • WpVote
    Undian 66
  • WpPart
    Bahagian 15
WpMetadataReadSedang Ditulis
WpMetadataNoticeTerakhir diterbitkan Rab, Sep 25, 2019
WpInfo
Fiksyen Peminat
Chasing Cameron
Aku memilih bahagia disaat semua orang disekitarku bahagia. Apapun akan aku berikan jika itu bisa membuat Orang yang aku sayangi bahagia. Seperti saat ini,aku rela Dia untukmu. Aku percaya kamu orang yang tepat untuk menjadi Teman Hidupnya. Aku sadar Kamu bahagia dengannya Dia bahagia denganmu sebelum adanya keberadaanku ini, ini Hak kalian yang telah kembali. Tolong,Lupakan aku dan lupakan jika aku masih Mencintaimu. [Best Cover By :@Intanrhyuu]
Hak Cipta Terpelihara
#15
volly
WpChevronRight
Jom sertai komuniti bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang diperibadikan, simpan cerita kegemaran anda ke dalam Pustaka anda, serta beri komen dan undi untuk mengembangkan komuniti anda.
Illustration

Anda juga mungkin menyukai

  • DENTING  [Revisi]
  • Late Regret
  • Angsana Berbunga Untuk NATUSHA
  • Petrichor (Completed)
  • Semu [Completed]
  • POSESIF [2]
  • Good Enough (Completed)
  • Fall And Love
  • I HATE YOU BUT I LOVE YOU ( TAMAT )

Kebersamaan dapat membuka celah dihati seiring berjalannya waktu. Berada disampingmu itu sebuah kenyamanan bagiku. Kamu yang selalu sabar, kamu yang menantiku, kamu yang bertahan disaat aku juga sedang bertahan untuk orang lain. Hingga orang yang aku perjuangkan ternyata mengecewakan. Tapi aku sadar, betapa hati ini kosong. Kau pergi membawa hatiku tanpa membawa diriku. Hatiku dibawa olehmu, aku tak dapat merasakan apapun selain kehangatan jiwamu. Namun, kamu pergi tanpa sempat memberi hatimu, Juga kau biarkan hatiku terkurung disana. Aku jatuh hati padamu. Sedangkan kamu terlalu mudah menjatuhkan hatiku. Kamu melupakanku, menjauhiku. Dan aku hanya bisa diam, menyadari semuanya berjalan menjauh tanpa bisa berbuat apa-apa. Karena ku rasa ini sudah sepantasnya aku dapatkan, mengingat dulu aku-lah yang lebih banyak menyakitimu. Dan itu seperti bomerang, kembali menyerang balik diriku. Aku tak dapat mencegahmu pergi. Dan kamu, diam-diam menjemput perempuan masa lalumu. Namun, aku terlalu bodoh untuk mengetahui perasaan orang macam kamu. Yang aku tahu, cinta itu mudah. Dan ternyata aku salah. Bahkan, aku salah telah memilih orang. ----- Note: Hargai tulisan karena menulis butuh pemikiran, waktu, dan imajinasi yang tak semudah saat membacanya saja. Dan lapor ya, kalo kalian menemukan cerita yang sama seperti ini, makasih ☺

Maklumat lanjut
WpActionLinkGaris Panduan Isi