Di suatu pesantren.. sesorang santri bernama Gilang menimba ilmu di suatu sekolah berarsama
Gilang hadir menuntut ilmu disana sebab kemauan orang tuanya yang dimana Gilang pun setuju-setuju saja, menurut Gilang bahwa dirinya beruntung bisa menimba ilmu disana, Gilang bisa dapat pengalaman banyak, teman teman yang baik dan banyak, dan ilmu ilmu agama yang tadinya menurut ia membosankan ternyata begitu menyenangkan, bahkan Gilang amat tertarik untuk terus menimba ilmu agama disana
Ia disana dituntun mempelajari ilmu ilmu agama seperti ilmu Aqidah, ilmu Akhlak, ilmu Fiqih, dan lain lain...
sampai ia bertemu dengan sesosok perempuan yang dimana perempuan itu bukan sama sekali "mahrom"nya yang sebenarnya juga ia tidak begitu peduli dengannya, ya.. walaupun perempuan itu tidak satu sekolah dengannya, tetapi ia tertarik dengan perempuan itu, perempuan itu memang tidak bersekolah berasrama seperti Gilang
tapi apa jadinya bila Gilang tiba tiba peduli dengannya? bagaimana jika Gilang tiba tiba menaruh perhatian padanya? walaupun itu semua yang Gilang lakukan sama sekali bukan kehendak Gilang, gilang merasa risih dengan apa yang ia rasakan sekarang, ia begitu amat bingung dengan apa yang ia rasakan, sedangkan semua ilmu ilmu agama yang ia pelajari sama sekali berbeda dengan apa yang ia rasakan kepada seseorang perempuan tersebut, apakah ini suatu kenikmatan, karunia yang diberikan Allah untuk Gilang? ataukah mungkin ini justru cobaan dari Allah kepada gilang?
"Karna sesungguhnya cinta itu adalah Rahmat yang Allah berikan kepada seluruh makhluknya"
(𝐒𝐞𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐓𝐫𝐚𝐧𝐬𝐦𝐢𝐠𝐫𝐚𝐬𝐢 5)
ғᴏʟʟᴏᴡ ᴅᴀʜᴜʟᴜ ᴀᴋᴜɴ ᴘᴏᴛᴀ ɪɴɪ ᴜɴᴛᴜᴋ ᴍᴇɴᴅᴜᴋᴜɴɢ ᴊᴀʟᴀɴɴʏᴀ ᴄᴇʀɪᴛᴀ♥︎
______________
"Bul ayo dong mau ya, ya? Istri gaboleh nolak ajakan suami ingat kata Mommy!"
"Apasih Gar? Sehari aja gak rewel bisa?" sungguh Bulan malas sekali meladeni bayi besar ini.
"Kita bikin proyek baby triplets, biar yg satu jadi atlet basket, yang kedua jadi pesepak bola, terus yg terakhir jadi pemain volly!
☽☽☽☽
Pernah dengar kata seorang antagonis terlahir dari orang baik yang tersakiti?
Mungkin itu juga yang Bulan Nayara Ayudisha labelkan pada salah satu tokoh Antagonis berperan jahat dalam novel Fatamorgana, Sagaragas Gelano Andromeda tokoh pria yang memiliki masa kecil suram dan gelap karena dibuang kedua orang tuanya hingga mendapatkan banyak bullying dari anak sebayanya.
Siapa sangka laki-laki yang memiliki garis bekas luka diatas alisnya justru tumbuh menjadi pria dewasa dengan kepribadian keras juga dicap berhati dingin oleh semua murid SMA Amandora, sekaligus pemimpin gangster besar bernama CERBERUS yang dalam artian adalah anjing dari neraka, dibalik karakternya yang hanya muncul di akhir cerita hanya untuk menyempurnakan kedua pemeran utama.
Tujuan hidupnya hanya untuk membalaskan dendam pada setiap orang yang dulu mencelanya hingga dia diambang kematian.
Sekarang bagaimana jadinya jika Bulan memasuki salah satu peran dalam novel itu?
Peran Rembulan Marliana Amarylis Antagonis perempuan yang menjadi sebab adanya bekas luka diwajah Sagara, apakah tekadnya untuk menjauhi peran jahat dirinya akan berjalan mulus saat keduanya malah terjalin dalam satu ikatan pernikahan?