"Bake A-Love!"

"Bake A-Love!"

  • WpView
    Reads 366
  • WpVote
    Votes 34
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 22, 2018
Kinan tertawa. Tawa yang Arumi tau bahwa tawa itu hanya untuknya. Untuknya yang sudah Kinan anggap sebagai orang dekat dan dipercaya. Karena Kinan hanya ramah pada teman terdekatnya saja. Selain itu ia datar. Sedatar tembok pembatas antara Titan dan ras manusia di serial Shingeki no Kyoujin, anime yang sering Kinan tonton. * * * "Aku bukan cewek yang takut kelihatan jelek di depan cowok!!" kata Kinan ketus. "Haha.. Kamu gak berubah yaa?" Kata Andra. Tawanya renyah. Hal itu yang suka Kinan dengarkan. Tapi apakah ia harus membuka hati karena perasaan itu? Perasaan yang lama tak ia rasa karena cinta pertamanya menghilang. Haruskah ia masih tetap menunggu cinta lamanya muncul kembali? Sekalipun otak encernya jelas-jelas mengatakan bahwa kemungkinannya di bawah 1%...
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cegil Komplek [00L]
  • Blonde & The Cold Heart [TERBIT]
  • Cinta Cake
  • (Hiatus) Perjodohan || TRE-MON (Haruyeon)
  • Owner Of My Heart
  • TIMELESS CRUSH (REVISI)
  • Aranathan

Gimana jadinya kalau idol K-Pop tinggal satu komplek? Bukan cuma soal visual yang bisa bikin tetangga gagal fokus tiap pagi, tapi juga soal kisah kisah rumit yang tersembunyi di balik senyum mereka yang selalu terlihat sempurna, ada cinta pertama yang belum selesai, sahabat yang berubah jadi asing, dan rahasia masa lalu yang pelan pelan menyeret semuanya ke dalam konflik yang lebih dalam. Meski terinspirasi dari idol K-Pop, cerita ini membawa mereka ke dunia yang lebih membumi dan relatable dengan kehidupan kita, jadi anak komplek yang suka nongkrong di warung, naik motor boncengan ke sekolah, curhat sambil makan mie instan, dan jatuh cinta diam diam sama sahabat sendiri. Tapi di balik tawa dan candaan mereka, ada luka yang disembunyikan, ada pengkhianatan yang bikin sesak, dan ada keberanian untuk jujur tentang perasaan, bahkan saat itu menyakitkan. Mereka tumbuh bersama, saling menyakiti, saling menjauh, tapi juga saling menemukan jalan untuk menyembuhkan satu sama lain. Ini bukan cerita tentang siapa paling cantik atau siapa paling populer. Ini cerita tentang tumbuh dewasa, tentang kehilangan, dan tentang menemukan arti rumah di tengah kekacauan yang mereka ciptakan sendiri. Coba deh baca lima chapter dulu. Kalau nggak nagih, silakan protes. Tapi kalau tiba tiba baper dan nggak bisa move on... ya salah sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines