Alpha Is Mine

Alpha Is Mine

  • WpView
    Reads 37,344
  • WpVote
    Votes 1,805
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 4, 2018
Hidup sebagai budak dan di selamatkan oleh seorang pria aneh. Ah hidupku kenapa tidak bisa tenang. Menolak ajakan pria itu. Aku akan hidup dengan nyonya selamanya dan jujur aku tidak mau. Menerima ajakan pria itu. Aku tidak dapat menjamin hidupku akan damai sejahtera karena apa? Aku melihat warna matanya berubah dengan cepat dan geraman yang membuatku merasa terintimidasi. Aku bingung siapa yang harus Ku pilih agar hidupku setidaknya lebih sedikit nyaman...
All Rights Reserved
#337
alpha
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Memories in Moon
  • Harapan Bunga Terakhir
  • BAM || Betapa Aku Mencintaimu (End)
  • Alpha Wenzell [Completed]
  • My Sister Is Mine (Werewolf)
  • The Real My Mate (TAMAT)
  • My Heart (Cor Meum) ✔ (PINDAH KE DREAME)
  • BUKA HATI (Completed)
  • Supranatural Luna (END)

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?

More details
WpActionLinkContent Guidelines