Story cover for Diary Rere by secret_Writer2511
Diary Rere
  • WpView
    Odsłon 27
  • WpVote
    Głosy 1
  • WpPart
    Części 1
  • WpView
    Odsłon 27
  • WpVote
    Głosy 1
  • WpPart
    Części 1
W trakcie, Pierwotnie opublikowano cze 05, 2018
Dla dorosłych
Elang Marcvos- Hidupnya bagaikan pangeran, terlahir dari keluarga kaya raya dan wajah yang tampan. Semua wanita menyukainya membuat Elang yang terkenal badboy menjadi seorang playboy. Dia tak segan menyentuh wanita mana pun! Karena pada dasarnya wanita yang melemparkan tubuhnya pada cowok blasteran German ini.  

Rere Amelia- Gadis yang dipenuhi dengan kekurangan membuat Rere harus bekerja paruh waktu di sebuah restoran. Ayah dan Ibunya sudah lama pergi kesisi Tuhan, dia tinggal bersama kedua adiknya. Awalnya kehidupannya biasa-biasa saja hingga Elang si cucu pemilik sekolah menariknya membuat kehidupannya berantakan. 

                               ***

Elang melanjutkan ucapannya, "Karena lo tadi ngebuat gue berhenti ml-in tuh cewek, gue mau lo yang ngegantiin tuh cewek!" 

"Rere Amelia," Elang membaca name tag gadis itu tepat dihadapannya.

"Tubuh lo boleh juga? Gue bayar sepuluh juta tiap bulannya, gimana? May I taste you?" bisiknya tepat di telinga Rere membuat aliran darahnya berpacu kuat. 

Belum Rere menjawab bibirnya sudah dibungkam dengan bibir Elang. Laki-laki itu tidak hanya menempelkan bibirnya melainkan mengecapnya membuat Rere tidak berkutik sama sekali, itu ciuman pertamanya dan lelaki itu mengecap bibirnya. Tapi hanya beberapa detik, pagutan itu terlepas. 

"Yes, you will. Karena gue gak suka ditolak!"

                                 ***
Wszelkie Prawa Zastrzeżone
Zarejestruj się, aby dodać Diary Rere do swojej biblioteki i otrzymywać aktualizacje
lub
Wytyczne Treści
To może też polubisz
Naughty Nanny autorstwa SitiUmrotun
81 części Zakończone Dla dorosłych
"Baju lo kebuka banget. Nggak sekalian jual diri?" "Udah. Papi lo pelanggannya. HAHAHA." "Anjing!" "Nanti lo pura-pura kaget aja kalau besok gue jadi mami lo. Soalnya gue udah berhasil godain dan jebak bokap lo yang tajir itu. Berhubung lo sering rese dan bertingkah, gue bakal jadi ibu tiri yang jahat. Pokoknya siapin mental dari sekarang. Anggap aja ini hari pembalasan buat bocah nakal kayak lo." "Papi nggak mungkin suka sama cewek nggak jelas kayak lo! Nggak mungkin! Gue tau selera papi!" "Eitttss siapa bilang? Buktinya papi lo doyan banget sama gue tuh! Emang semalem lo nggak denger suara plok plok plok dari kamar papi? Itu gue lagi digempur brutal sama papi lo." "Orang gila! Lo pikir gue bakal percaya omong kosong orang nggak waras kayak lo?! Nggak! Gue kenal papi. Papi nggak mungkin ngelakuin itu apalagi sama lo! Nggak mungkin!" "Lo serius nggak denger apa pura-pura doang, nih? Padahal keras banget loh hentakan papi lo. Sayang banget ternyata nggak kedengeran. Tapi kalau suara desahan gue pasti denger dong? Yang ahh ahh itu loh. Itu pas papi lo geraknya dicepetin, mana makin keras. Makanya gue sampe jerit. Tapi gue yang minta lebih cepet, sih, hehehe." "Diem! Lo orang gila! Gue nggak mau punya mami orang gila kayak lo! Berhenti ngarang cerita!" "HAHAHAHA. Nggak sabar jadi mami tiri dan siksa lo habis-habisan. Kalau udah puas bikin lo menderita, tinggal usir deh. Hush hush hush! Pergi yang jauh. Biar gue aja yang kuasain harta papi lo. Ughh! Pasti seru banget. Apalagi kalau nanti ada scene ngakakin lo yang udah dibuang terus jadi gembel." "PAAAAPIIII!" "Pioooo ..." "Hehehe."
To może też polubisz
Slide 1 of 9
YES, BOSS ! (SELESAI) cover
CINTA SELEBGRAM DAN TUAN CEO (SELESAI) cover
Naughty Nanny cover
36 days with you {saida} [End] cover
That's My Girl cover
Miracle (SELESAI) cover
Under His Control (END) cover
Arsyilazka cover
FRIEND WITH BENEFIT (SELESAI) cover

YES, BOSS ! (SELESAI)

27 części Zakończone

"Zee," panggil Erik. "Zee zee," panggilnya lagi. Zee tersadar, dan dengan cepat berjalan keruangan Erik. "Bapak panggil saya?," Tanya Zee. "Iya," Zee lalu duduk di kursi, "Ada apa pak?," "Kamu sudah jelas Job description yang saya lampirkan," tanya Erik, ia menatap wanita berjas hitam itu. Ia di sini hanya menyuruh Zee mempelajarinya saja sambil menunggu jam pulang. "Sudah pak," "Ada yang kamu kurang mengerti?," "Saat ini saya masih mempelajarinya pak," "Jika ada yang tidak kamu mengerti, tanyakan kepada saya," ucap Erik. "Iya pak, ada lagi pak?," "Tidak, kembali saja keruangan kamu," "Iya pak,"