We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Angin Bulan Juni

Angin Bulan Juni

  • WpView
    Reads 173
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadComplete Sat, Jun 30, 2018
WpInfo
Poetry
Sajak dan puisi disini murni buatan saya selaku pemilik akun yang masih mencoba dan belajar bagaimana membuat suatu karya yang dapat diterima dan dinikmati orang banyak. Happy Reading💕 ▶▶AREA BEBAS KRITIK DAN SARAN◀◀ cover dibuat oleh : kartikapratami Ig : @kartikapratami
All Rights Reserved
#222
juni
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Memories in Moon
  • ARA - REVISI
  • Aksara Tak Bertuan
  • - Tahun Ke 18 - [Tamat]
  • Tepian Semu || Lilynn✅
  • DELIA & WISNU [Completed]
  • Tanah Sehabis Hujan (Bagian Satu)
  • Diksi Dalam Sepi

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?

More details
WpActionLinkContent Guidelines