Goresan

Goresan

  • WpView
    LECTURAS 331
  • WpVote
    Votos 24
  • WpPart
    Partes 5
WpMetadataReadContenido adultoContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, jul 19, 2018
penyesalan? sebuah kata yang pas untuk di tancapkan kedalam hati,pikiran,dan batin sesorang. pasti kalian pernah mendengar tentang ini "setelah seseorang itu pergi, barulah kita sadar betapa berharganya ia". meninggalkan bekas puing puing penyesalan bagi orang yang di tinggalkan. bukan pergi tanpa alasan. tapi ia punya. alasan itulah yang membuat racun berbahaya sehingga orang yang di tinggalkan menyesal dan di hantui oleh rasa bersalah. cerita ini cocok untuk kalian yang pernah menyia-nyiakan seseorang dan juga yang di sia-siakan. hanya berharap dirimu sadar betapa berharganya mereka, dan betapa menyakitkannya untuk mereka, mau yang di sakiti ataupun yang menyakiti. menghargai adalah salah satu kunci dari ketahanan suatu hubungan. sebagai manusia, kita berhak untuk mendapatkan cinta, mencintai dan dicintai. tergantung kebutuhan seseorang itu sendiri. karna cinta yang sesungguhnya adalah suatu pengorbanan yang tak terlihat, tetapi dapat dirasakan dan diingat untuk selamanya. . . .
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Memories in Moon
  • CEMARA
  • GERALISA (END)
  • (One Shot) You & I
  • A Second Chance #Brotherhood 3 (Complete)
  • Misunderstand
  • Let Me Love You Longer
  • Wrong Feeling ~Namon~
  • Remember?
  • Antara Aksara dan Kata

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido