Story cover for Goresan by rtaherawti
Goresan
  • WpView
    LECTURAS 331
  • WpVote
    Votos 24
  • WpPart
    Partes 5
  • WpView
    LECTURAS 331
  • WpVote
    Votos 24
  • WpPart
    Partes 5
Continúa, Has publicado jun 05, 2018
Contenido adulto
penyesalan? sebuah kata yang pas untuk di tancapkan kedalam hati,pikiran,dan batin sesorang. 
pasti kalian pernah mendengar tentang ini "setelah seseorang itu pergi, barulah kita sadar betapa berharganya ia".
meninggalkan bekas puing puing penyesalan bagi orang yang di tinggalkan. bukan pergi tanpa alasan. tapi ia punya. 

alasan itulah yang membuat racun berbahaya sehingga orang yang di tinggalkan menyesal dan di hantui oleh rasa bersalah. 

cerita ini cocok untuk kalian yang pernah menyia-nyiakan seseorang dan juga yang di sia-siakan. hanya berharap dirimu sadar betapa berharganya mereka, dan betapa menyakitkannya untuk mereka, mau yang di sakiti ataupun yang menyakiti. 

menghargai adalah salah satu kunci dari ketahanan suatu hubungan. 

sebagai manusia, kita berhak untuk mendapatkan cinta, mencintai dan dicintai. tergantung kebutuhan seseorang itu sendiri. karna cinta yang sesungguhnya adalah suatu pengorbanan yang tak terlihat, tetapi dapat dirasakan dan diingat untuk selamanya. 
.
.
.
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir Goresan a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
ABOUT ME : Aku Ingin Istirahat de zei_llyn
18 partes Continúa
"Kamu harus mendapatkan nilai sempurna." Ucap papaku dengan suara tegas, seolah-olah aku tak punya pilihan selain menjadi sempurna di matanya. "Kamu harus selalu mengalah dengan kakakmu." Ucap mamaku tanpa ragu dan menuntut. Bagi mama, akulah yang harus mengerti kakak dan mengalah jika bertengkar dengan kakak entah kakak yang benar atau salah. "Ini semua salahmu! Andai saja aku tak memiliki adik sepertimu!" Ucap kakakku dengan mata penuh kebencian, seakan keberadaanku adalah kutukan yang merusak hidupnya. "Kakakmu itu sudah sangat menderita, jadi kamu harus mengerti dia." Ucap nenekku, seperti akulah yang membuat kakak semakin menderita. "kamu mah enak! kamu pintar dan punya orangtua kaya!! Ga ada yang kurang dari hidupmu." Ucap salah satu teman perempuanku dengan nada iri, tanpa tahu betapa sepinya hidupku. "kamu beda banget sama kakakmu ya. Kakak mu cantik banget, tapi kamu? Jelek parah." Ucap salah satu teman laki-lakiku sambil tertawa, seolah aku hanyalah lelucon menyedihkan di matanya. "Terima kasih... Kamu selalu menjadi pendengar yang baik." Ucap sahabatku dengan nada lembut, tapi entah kenapa kata-katanya terasa seperti pengingat bahwa aku hanya ada untuk mendengar, bukan untuk didengar. Lalu, kakek menatapku. Matanya teduh, penuh kasih, berbeda dari yang lain. "Apa kamu benar-benar baik-baik saja, cucuku?" Ucap kakekku, satu-satunya suara yang terdengar tulus di antara semua itu. Aku ingin menangis. Aku ingin berteriak bahwa aku tidak baik-baik saja. Aku ingin mengatakan bahwa aku lelah, bahwa aku tak tahu harus bagaimana lagi. Tapi aku tersenyum lebar pada kakekku. Aku menahan air mataku agar tak jatuh, karena aku tahu... air mata tidak akan mengubah apa pun. "Aku baik-baik saja." Ucapku dengan nada ceria yang ku paksakan, seperti biasa. • Hasil karya sendiri • bahasa baku dan non baku • maaf kalau ada kesamaan tempat, nama, dsb dalam cerita *** Happy_Reading ***
Quizás también te guste
Slide 1 of 10
Memorable cover
ABOUT ME : Aku Ingin Istirahat cover
Antara Aksara dan Kata cover
(One Shot) You & I cover
Wrong Feeling ~Namon~ cover
TEMAN  cover
A Second Chance #Brotherhood 3 (Complete) cover
Misunderstand cover
Remember?  cover
CEMARA cover

Memorable

9 partes Concluida

Akulah gadis bisu itu, hanya mampu menatap apa yang kulihat tanpa mampu berteriak bahkan untuk melawan pun sulit. Aku berdiri disini menunggu sebuah harapan itu datang. -milena- *** "ANAK TIDAK TAHU DIUNTUNG." "AKU AKAN SELALU MENJAGA KAMU, PRINCESS." "MAAFIN PAPAH, MILE." "LO CUMA PENGUSIK KELUARGA CORLISS." "JANGAN PERNAH LO TUNJUKIN MUKA BUSUK DRAMATIS LO DI HADAPAN KITA-KITA LAGI, NONA ALEXA YANG MAHA BENAR." "DON'T CRY, PRINCESS. EVERYTHING WILL BE OKEY, RIGHT?" "Aku pikir dibalik wajah lugu dan polos yang selama ini kamu berikan benar-benar menginginkan yang namanya kasih sayang, tapi sekarang kamu menunjukan pada kami semua tentang seseorang yang memang layak untuk dibenci." *** Aku muak dengan takdir yang selalu mempermainkan garis tangan kebahagiaanku, tak pernah kah Tuhan berpikir jika aku lelah, dimana takdir bahagia yang telah dituliskan untuk perjalanan hidupku? Aku..takut, semua alasan aku berdiri dan hidup perlahan pergi, bahkan orang yang aku nantipun pergi tanpa belas kasihan padaku.