Drummer Dreamer

Drummer Dreamer

  • WpView
    Reads 262
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Feb 22, 2019
Walaupun dia dicap sebagai gitaris handal antar SMA sederajat, ia nemilih berhenti setelah kecelakaan yang menimpa kedua tangannya dan memaksanya melepas gelar gitaris muda yang handal hingga dikeluarkannya dia dari band. Setelah insiden tersebut ia mulai mengikhlaskan semuanya. Namun, kecintaannya pada musik mengembalikkan semangatnya dan menerobos larangan ibunya yang mulai menyimpan dendam pada band bahkan sampai ke alat musik. Semua semangat itu berawal setelah ia menemukan sebuah foto yang mengingatkannya pada memori masa kecilnya yang misterius dan hingga sampai saat ini tertutup rapat. Hanya dengan selembar foto, ia merasa menjadi seperti terlahir kembali. Foto apa itu ? Teka teki apa yang menghantui semasa hidupnya ? Benarkah ia menjawabnya ?
All Rights Reserved
#122
band
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Selamat Tinggal
  • Mi Frourà
  • Another Aluna
  • Rindu suara badaimu dan Rindu senar gitarmu
  • •Pantai Terlarang Rahasia Umum•
  • Antara Nada dan Lensa
  • Noda dalam Cinta
  • Taksa : Untukmu yang Sulit Dimengerti
  • Ekstrovert & Introvert [SELESAI✔️]

Beberapa luka tak berdarah, tapi mengalir seumur hidup. Samantha Aksa tumbuh dalam rumah yang sepi, diiringi senyap gitar yang tak lagi bersuara, dan kenangan ayah yang pergi sebelum sempat dimaafkan. Ibunya menyerah pada duka, meninggalkannya bersama sunyi yang tak pernah ia minta. Lalu hadir Bu Dina-seorang guru dengan tatapan yang mengingatkan pada masa lalu, dan Luna-sahabat lama yang kembali seperti musim yang enggan pergi. Di antara balkon sekolah, langit jingga, dan nyanyian yang tak rampung, Sam berusaha memungut dirinya sendiri, yang tercecer di antara kehilangan dan harapan. Ini bukan tentang cinta semata, atau tentang musik yang kembali dimainkan. Ini tentang perjalanan berdamai: dengan masa lalu, dengan orang-orang yang tinggal lalu pergi, dan terutama... dengan diri sendiri. Karena tak semua kehilangan harus dilupakan. Beberapa hanya perlu diberi nama, dipeluk, dan akhirnya-dilepas, pelan-pelan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines