The Four A*

The Four A*

  • WpView
    Leituras 112
  • WpVote
    Votos 13
  • WpPart
    Capítulos 6
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização sáb, mar 2, 2019
"Gue yang menang" pekikku kesenangan "Lo curang ah" kata seorang lelaki di sampingku yang tak mau menerima kekalahannya "Eh apaan, gimana ceritanya mau curang, lo aja yang gak mau ngakuin ke kalahan lo" kataku "Udah Ngga, kalo kalah ya kalah aja, ngga usah ajak Ai ribut, bisa di bacok lo ntar" kata lelaki yang satunya...... ..... ..... ..... "Lo itu beraninya cuman sama cewek doang, bukan banci tuh namanya?" kata Ai santai sambil menunjuk sekaligus menyentuh dada rey 2x dengan telunjuknya saat mengucapkan kata "lo itu" Roy semakin geram dan refleks tangannya hendak menampar pipi tembem milik Ai. Melihat itu Angga tidak tinggal diam, dia hendak menahan tangan si Roy, tapi terlambat.... .... .... .... Mau tau kelanjutan ceritanya? Langsung aja tambahin TFA ke perpustakaan kalian terus ikuti terus kisahnya😘
Todos os Direitos Reservados
#142
arya
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Cahaya [COMPLETED]
  • AURORA [END]
  • Jingga dan Senja [SUDAH TERBIT]
  • I Love You √
  • LOVE STORY QIANARRA
  • Angel(o)
  • Dia Anggana.
  • LANGIT JINGGA (TAMAT)
  • When You Love Yourself (Tamat)
  • Laura Lateranita Putri Victor

⚠️PERINGATAN!⚠️ CERITA INI DIBUAT SAAT AUTHOR BELUM MEMAHAMI BETUL BAGAIMANA KAIDAH PENULISAN NOVEL YANG BAIK. JADI BAGI KALIAN YG TETAP INGIN MEMBACA, HARUS SIAP MENGHADAPI BANYAK KECACATAN DI DALAMNYA. MOHON KRITIK DAN SARANNYA. SEKIAN. TERIMA KASIH. --- Dunia itu indah. Dunia itu menyenangkan. Setidaknya dua hal itu yang dapat aku yakini tentang dunia, beberapa tahun silam. Sampai suatu tragedi yang tak diinginkan terjadi, aku harus dijauhkan dari dunia itu. Terus dijauhkan. Sejauh-jauhnya. Bunda juga selalu berusaha menanamkan keyakinannya bahwa dunia itu kejam, dunia itu berbahaya. Ia terus mengingatkan tentang ini dan itu, tentang hal yang menurutnya akan mampu membuat keyakinanku goyah. Aku, dengan segala keterbatasanku sekarang, percaya, dunia tidaklah kejam. Ayahku juga pernah bilang : Jikalau dunia memang kejam, kenapa tidak dari dulu manusia dibinasakan? Kejam, bukan? Tapi kenyataannya apa? Masih banyak manusia hidup bahagia di luar sana. Masih banyak cinta-cinta bertebaran di setiap detiknya. Dari sana aku semakin yakin, akan ada banyak sekali hal yang bisa aku ambil dari luasnya dunia. Aku ingin sekali keluar. Aku ingin melihat dunia lebih detail, dunia yang telah tersia-siakan sejak tiga tahun terakhir. Dan jika aku sungguh bisa terbang bebas melihatnya, maka izinkan aku, Cahaya Aldebaran, gadis tunawicara ini membagikan kisahku pada kalian. Boleh, kan? Start at June, 25th 2018

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo