Rain In December

Rain In December

  • WpView
    Reads 573
  • WpVote
    Votes 25
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 3, 2019
Marisa Aleeia, seorang mahasiswi dengan penampilan yang lebih terkesan tomboy dan anti make up. Memiliki tiga orang kakak laki-laki sepertinya membuat gadis itu tumbuh dengan kepribadian yang 'agak berbeda' dari gadis seusianya. Jika gadis lain sangat memperhatikan penampilan mulai dari kuku jari kaki sampai ke ujung rambut maka prinsip Risa adalah... "Yang penting bersih, pake baju, sopan, ga melanggar norma, dan wangi". Setidaknya itulah yang pernah diucapkannya. Menurutnya, ada saatnya ketika nanti ia akan sadar dan sedikit memperhatikan penampilan. Namun tentu saja, tidak sekarang. Satu-satunya teman dekat Risa sejak TK sampai kuliah adalah Adrian Keanu Putra. Orang itulah yang dipercaya untuk menyimpan rahasianya. Entah itu rahasia yang memalukan atau bahkan menyedihkan. Berteman bertahun-tahun sepertinya membuat perasaan Adrian sedikit berubah kepada Risa. Adrian begitu perhatian dengan gadis itu. Apapun akan dilakukannya demi melihat teman kecil nya itu bahagia. Adrian sadar, perasaannya itu bukan perasaan yang dirasakan kepada seorang teman. Saat Adrian sadar dengan perasaannya, laki-laki lain datang ke dalam kehidupan Risa. Dan untuk pertama kalinya gadis anti make up itu jatuh cinta. Haruskah Adrian mengungkapkan yang sejujurnya kepada Risa? Bagaimana respon Risa jika ia tahu teman kecil nya itu menyimpan perasaan lebih? ©copyright 2018 by Maybrichie
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pal In Love
  • Inersia
  • Rezra
  • The True Love [COMPLETE]
  • Do You Feeling Love?
  • Kakak Tingkat ✔ [COMPLETED]
  • Adek Kelas ✔ [COMPLETED]
  • Arkrasiv ☑️

[TELAH TERBIT] "Selalu ada luka, diantara persahabatan dan cinta." ÷×+-=Pal in Love=-+×÷ Masuk kelas unggulan di sekolah barunya jelas bukanlah hal yang diharapkan oleh seorang Kia-siswi dari kelas reguler sebelumnya. Kia sendiri malah lebih suka menyebut keputusan kepala sekolah yang notabene sahabat papanya itu sebagai musibah. Tentu saja Kia cukup sadar kalau dirinya hanyalah tipe murid kurang rajin belajar dan masih suka menghabiskan waktu untuk main piano tales di ponsel. Lalu, harus punya teman sekelas bermuka tembok dan bermulut menyebalkan seperti Andra adalah musibah tambahannya. Kesan pertama yang buruk di awal membuat Kia dan Andra selalu saja tidak bisa akur satu sama lain. Adu mulut dan saling lempar pelototan adalah cara yang mereka pilih untuk berkomunikasi. Di setiap kali pertemuan, pasti ada pertengkaran. Tapi hari-hari terus berlanjut. Berbagai cerita datang satu per satu diantara Kia dan Andra. Dan semua itu mulai menjebak mereka dalam alur dengan cinta dan persahabatan sebagai konfliknya...

More details
WpActionLinkContent Guidelines