My Soccer Boy

My Soccer Boy

  • WpView
    Membaca 70
  • WpVote
    Vote 8
  • WpPart
    Bab 5
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Jun 10, 2018
Saat friendzone "Bola lagi? Oh please!" "Sorry, you're not my priority" Saat saling baper "Cuekin aja terus, sampe gue diambil orang awas aja yah kalo lu sampe nangis kejer-kejer!" "Jangan gitu dong, janji deh gak bakal telat ngabarin" Saat udah jadian, liat aja deh.. males gue deskripsiinnya! ~Semua hanya imajinasi saya. Please vote me, thanks for your critic and suggest. Saya masih amatir dalam menulis, jadi saya mohon hargai tulisan saya. Jangan menyalinnya tanpa izin. Terima kasih 🙏
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#13
flirt
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • PETRICHOR [Lengkap]
  • Wrongly Love
  • Gajelas(chanbaek)(gs)END✔✔
  • A true friend? || Balas Dendam?
  • HE IS MY MINE!
  • RINDU
  • My Teacher My Husband
  • A3 [AMEL AJI & ANUGERAH]✔
  • Zona De Amigos
  • My Senior is My Coldest BoyFriend [Chapter 1 Completed+ Revisi]

Di bumi manusia itu aneh. Menginginkan hujan, tapi takut kehujanan. Menyukai panas, tapi tidak mau kepanasan. Seperti halnya Rain yang membenci hujan. Karena hujan adalah kebencian dan petir adalah ketakutan. Bukan berarti ia juga menyukai panas. Ia tidak menyukai kedua musim itu di bumi. Jadi, apa yang ia suka? Jawabnya mendung. Di bumi mendung tercipta karena adanya awan. Nama yang sama seperti sahabatnya. Apa itu artinya Rain juga menyukainya? Tidak! Maksudnya tidak sekedar menyukai, Rain sudah mencintai. Kalau Awan juga menyukai hujan, apa itu artinya Awan menyukai Rain? === "Bagaimana hubungan kita ke depan?" "Jalani saja dulu, semua butuh proses kan?" "Kalau kita sama-sama bosan?" "Wajar, nanti juga bosannya hilang." === "Harus menunggu sampai kapan biar kamu suka sama aku?" "Sampai kapanpun kita itu teman." "Nggak bisa lebih?" "Bisa. Kita sahabat." "Bukan itu maksudku. Kalau memang kamu enggak pernah ada rasa kenapa enggan berterus terang? Kenapa membiarkanku larut dalam harapan?" "Karena berharap membuatmu senang bukan?" ==== 25/05/19 01.00am

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan