We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Sorry I'm Go #foreverlost

Sorry I'm Go #foreverlost

  • WpView
    Reads 576
  • WpVote
    Votes 96
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadComplete Sat, Jun 23, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Setelah kita dipertemukan : dipisahkan : dipertemukan kembali. Apakah kita akan dipisahkan lagi? Itu taqdir yg menentukan. Kmu bosan itu bukan kesalahan mu Kmu letih itu juga bukan kesalahan mu Kmu pergi itu.. "Kesalahan terbesarku." Kmu pergi duluan. Lantas aku akan bersama siapa?. Jika tak ada yg seiiring lagi? Jalan sudah berbeda lantas apa yg bisa aku lakukan selain pergi dan berpindah ke lain hati? Meskipun itu sangat sukar untuk ku lakukan. Hati ini sudah layak berjalan bersama hatimu. Kamu pergi? Apa alasannya? Tak ada alasan yg tepat unt saat ini. Karna apa? Kau pun tak mampu unt mengungkapkannya Iya. Mungkin kau pergi meninggalkan aku unt sesaat,lalu kau kembali. Maaf. Maaf tetapi aku pergi untuk selamanya~ Kata terakhir ku saat aku tidur terbaring tak bergerak di loby sekolahan memegang gitar:) Yg aku pikirkan saat ini saat kau pergi itu: Tiada artinya aku disini. Hanya membuang waktu dan memakan harapan. Aku bisa melupakan. Tetapi tak mudah untuk meninggalkan. Kau yg memulai. Kau juga yg mengakhiri. Aku terbawa suasana. Hingga aku ingin pergi secepat ini. Aku ingat sesuatu... karena sebenarnya.. perpisahan lebih bisa dikenang. Dari pada pertemuan. Itu yang aku rasakan. Aku pendam sedalam mungkin. Takkan kubiarkan satu org mengetahuinya. Jika tak ada pilian lain? Lantas aku harus bagaimana? Membiarkannya begini saja? Aku gabisa. Aku gakuat. Kalaupun hati aku terbuat dr baja sekalipun. Aku takkan kuat menahannya. Tpi jika kenyataanya begitu lantas apa yg kau pikirkan ttg aku? Tidak ada? IYA Benar sekali. Aku sakit. Nyatanya kamu enjoy saja:') Setelah diangkat tinggi kesana. Kau jatuhkan begitu saja. Terimakasih telah menyisakan luka disetiap bagian dalam hidupku. Aku cukup tersakiti hari ini. Selamat membaca ya guys ini karya @alfitrirahma yg kedua gatau mau buat apalagi. Ini cuma hasil kegabutan di sela² bulan Ramadhan. Maafin bahasa kurang profesional, guys:(Typo ? Ada kalik maapin:( semoga kalian suka sama ceritanya yaaa!
Public Domain
#144
2018
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Senja (Diangkat Dari Kisah Nyata)
  • Dandelion [Completed]
  • You're My Heartstrings [SUDAH TERBIT)
  • SELAMA ITU KAH, APAKAH  KAU AKAN KEMBALI?
  • YOU
  • JAM 3 SORE

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines