Mengenangmu Seperlunya

Mengenangmu Seperlunya

  • WpView
    Reads 6,257
  • WpVote
    Votes 570
  • WpPart
    Parts 47
WpMetadataReadComplete Fri, Jan 25, 2019
(Follow Dan nikmati lukaku bersama-sama di instagram. @serumpunsendu) . Beberapa kehilangan kerap kali menjadikan seseorang juga ikut kehilangan jiwa-jiwanya. Terkadang apa yang kau perjuangkan, tidak seperti apa yang akan kau harapkan. Sejatinya cinta adalah saling. Saling mengisi yang kosong, saling menguatkan yang lemah, saling menyatukan yang telah renggang, saling menguatkan dan beberapa saling lainnya. Seperti saling memperjuangkan misalnya. Saat kau hanya berjuang sendiri, mempertahankan seseorang yang kerap kali mematahkan. Bersiaplah untuk berkenalan dengan air mata ➖➖➖➖➖➖➖➖ Salah satu karya yang kusuguhkan demi merayakan hati yang penuh dengan luka, duka dan lara. Sebuah tulisan untuk menyuarakan perasaan yang terbiarkan. Mengenangmu seperlunya, barangkali sudah cukup menenangkan rindu yang kian menggebu. Sedikit melembabkan luka yang telah mengering. _ _ _ _ _ > Kepada pembaca yang budiman, terima kasih telah ikut menikmati lukaku, merayakan luka bersama-sama.
All Rights Reserved
#284
perasaan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SEMESTAKU [Segera Terbit]
  • Luka Lara Luna || END
  • KIARA [End]
  • Jatuh Cinta itu Luka
  • TENTANG RASA
  • Perihku Ditinggalkan
  • KONSEKUENSI HATI
  • Untuk Seseorang yang Belum Pernah Kutemui [Sudah Terbit] (New Cover)
  • Rustic Jam [END]
  • Aksara Tak Bertuan

[UPDATE 2/MINGGU] #kisahraina Saat kisah cinta yang bermula manis, mendatangkan pahit yang teramat sakit. Kufikir kepercayaan dan ketulusan akan berakhir baik, tapi ternyata penghianatan sebagai balasan terkejam. Aku adalah serpihan yang tersisa dari ribuan keping hati yang telah kau hancurkan. Aku adalah air mata yang terus mengalir kala kau goreskan luka. Cintamu hanya sebatas janji, tak lebih dari kata-kata yang hanya di bibir sahaja. Andai waktu pertemuan kau dan aku hanya sepintas lalu, mungkin mencintaimu takkan pernah kulakukan. Kini tinggallah aku, dengan rasa kecewa atas semua luka yang kau berikan. Kini tinggallah aku, dengan sebuah harapan agar kau binasa. Coppyright©2018, By Maya Revelita

More details
WpActionLinkContent Guidelines