Cerebrum Cancer

Cerebrum Cancer

  • WpView
    Membaca 15
  • WpVote
    Vote 2
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Okt 19, 2018
WpInfo
Fiksi
Romansa
"Kak bintang, maaf baru tau perasaan kakak waktu aku dirumah sakit. Dan maaf juga aku ngak bisa bales perasaan kakak, mungkin bukan ngak bisa sih ngak keburu aja hehe. Dadah. Oh aku lupa! Bunga matahari itu dijaga ya kak aku sayang banget sama bunga matahari. Mungkin kakak juga bakalan disayang sama bunga matahari, hahaha. Garing ya?" Aku membaca surat itu sambil memegang bunga matahari pemberian Rendi, sahabatku sekaligus kakak dari gadis yang sangat aku cintai. Kali ini bulir air mata jatuh di pipiku. "Maaf mel. Maaf untuk segalanya"
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#32
cancer
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • BULAN (END)
  • Pelangi Setelah Hujan ✖ IDR
  • SELENOPHILE
  • DESPERATE (COMPLETED) ✔
  • Senja Untuk Pelangi(End)
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • ANAYRA (ON GOING)
  • Because I'm Stupid (End)

Bulan sosok yang terlahir dengan sejuta kasih sayang, namun pada ahkirnya ia kehilangan sejuta kasih sayang tersebut. Takdir mempermainkan dirinya dengan baik, menyisakan kesedihan di dalam kehidupannya. Menyisakan goresan-goresan yang tidak ia ketahui kapan goresan tersebut akan menghilang, hingga ahkirnya membawa pemeran lain ke dalam kisahnya. Seorang pria yang terlihat dingin_Max. Keduanya hidup dalam permainan takdir yang sama, membawa keduanya kedalam hubungan yang sangat sulit untuk dipahami. Mengharuskan keduanya menjalani takdir agar mendapatkan ahkir dalam cerita keduanya, namun siapa sangka jika takdir akan kembali mempermainkan keduanya dengan tamparan yang lebih kuat lagi. Membuat semuanya kembali terluka dengan alasan yang sama. Takdir kembali berulah,,, "Mama menjebak aku?" Tanya Bulan dengan raut wajah yang tidak bisa di katakan lembut, raut wajahnya penuh dengan marah. "Sayang dengarkan Mama, Mama akan menjelaskan semuanya." Bujuk wanita paru baya_Vivi yang mencoba memegang tangan menantunya. "Jangan sentuh aku." Teriak Bulan sambil menangkis tangan mertuanya. "Jaga tingkah kamu. Dia Mamaku!" Teriakan pria itu begitu lantang dan hanya di tanggapi senyum kecewa oleh Bulan. "Kamu sama saja Max, aku sangat membenci kalian." Ucap Bulan dengan mata yang memancarkan masih memancarkan kekecewaan, tapi percayalah rasa kecewa yang ia rasakan kini lebih besar dari dari pada rasa amarahnya. . . . . Bulan & Max Selesai Revisi Jumat 13 November 2020

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan