Earth Sky

Earth Sky

  • WpView
    Reads 173
  • WpVote
    Votes 40
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadComplete Sat, Jun 9, 2018
"Banyak yang bilang, pasangan yang akan kita dapatkan kelak itu adalah cerminan dari sikap kita. Wanita jahat akan mendapatkan lelaki jahat. Begitupun sebaliknya, wanita baik akan mendapatkan lelaki yang baik juga. Bisa di bilang Reflect our attitude. But, itu cara pandang orang lain. Cara pandang Gue sendiri jahat dan baik itu adalah pasangan yang Perfect. Why? Karna, jika wanita jahat kelak mendapatkan lelaki yang baik. Lelaki itulah yang membuat si wanita jahat merubah sikapnya menjadi baik, dan sebaliknya. Akan tetapi, Jika wanita baik mendapatkan lelaki baik. Trus yang bakal merubah wanita jahat siapa? Lelaki jahat juga? Justru yang ada keduanya bakal hancur. So ya, itu hanya cara pandang Gue. Kan setiap orang punya cara pandang masing-masing, dan inilah cara pandang Gue" - Sasya Amanda Putri "Awalnya biasa saja, dengan pemikiran Gue tentang pasangan yang akan Gue dapatkan kelak adalah pasangan yang baik. Karna, pasangan yang Gue dapatkan kelak adalah cerminan dari sikap Gue sendiri. Tapi, setelah Gue mengenalnya. Pemikiran tentang pasangan yang akan Gue dapatkan adalah cerminan sikap Gue sendiri hilang dengan begitu saja. Dan pemikiran yang Gue dapatkan saat mengenalnya adalah, langit dan bumi berbeda tetapi langit dan bumi bisa bersama dengan saling melengkapi kekurangan satu sama lain. Itulah pemikiran Gue saat bersamanya" - Gentha Bagas Sanjaya
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tokoh Utama
  • Yes, I Will
  • KANTHA [Nikah Muda]
  • LOST MY BREATH (ON GOING)
  • you
  • AKSARA
  • Nazia
  • [Bukan] Couple Goals [SUDAH TERBIT]
  • We Are One
  • SAGIA ~ Rasa Yang Tiada Akhir ~ END

" Lo ngga lagi berubah ke alter ego Lo yang lain kan ?" Tanya Icha memastikan karena jawaban dari raksa tidak sesuai dengan apa yang ia inginkan. Yang ditanya malah senyum senyum sendiri. "Kumat kan Lo malah kerasukan sekarang, senyum" ngga jelas lagi" "Takut ya lo kalo gue kerasukan bneran?" "Ish seriusan raksa gue nanya beneran" " Lo mau gue jawab seserius apa Cha karena itu emng jawaban gue" "Terus apa hubungannya posisi sama penyakit?" "Ada, klo gue ngasih tau ke bokap tentang penyakit gue ini sama aja kaya gue yang ngambil peran tokoh utama dari Abang gue sendiri" " Abang? Bang reja maksud lo?" "Apaan si sa jawaban Lo ambigu bgt bang reja ga mungkin kali sejahat itu sama Lo nganggep lo rebut kasih sayang bokap Lo" "Iya gue tau bang reja ngga cuman ngga sejahat itu tapi dia juga sayang bgt sama gue, kalo Lo jadi gue emng Lo tega biarin diri Lo sendiri rebut tokoh utama yang seharusnya bukan milik Lo?" " Tokoh utama apaan lagi si sa, kita ini di dunia nyata jadi ya tokoh utama nya ya cuman diri Lo sendiri, gue saranin mending Lo buruan bilang ke bokap Lo tentang penyakit lo itu" Raksa tertegun mendengar perkataan Icha itu " Lo malu yah punya calon pacar penyakitan mental kaya gue?" "Apaan si emng gue mau jadi pacar lo " Jawab Icha sepelan mungkin. " Kalo mungkin Lo nantinya jadi pacar gue sa, gue ga bakalan malu punya pacar seorang raksa yang menurut Lo, Lo adalah manusia penyakit mental karena itu ngga jadi masalah buat gue tapi masalahnya apa iya gue pantes, bersanding sama Lo yang terlalu sempurna buat gue, dan lagipula gue masih ada rasa buat Abang lo sa"batin Icha Tanpa mereka sadari setelah percakapan mereka berhenti disana mereka saling bergumam dalam hati, sambil menikmati sejuknya terpaan angin sore di tepi ladang sawah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines