AngkasaRaya

AngkasaRaya

  • WpView
    LECTURAS 53
  • WpVote
    Votos 7
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, sep 11, 2018
WpInfo
Ficción
Romance
~~~ Masalah berawal dari dia yang sebenarnya tak ada tapi terasa ada "Kalo lo gak ngelakuin sandiwara gak berguna kayak gini mungkin semua nggak akan terjadi" ~Naraya Shaquella "Gua cuman ngelakuin perintah mama" ~Angkasa Drafeanza Putra "Gua gak nyangka lo sejahat ini,seharusnya kalau lo turutin perintah mama lo tetap nggak berhak deketin pacar gua,lo tega bang gua kecewa sama lo" ~Aksha Drafeanza Putra Raya,gadis manis berusia 17 tahun yang menderita karena terjebak sandiwara persaudaraan yang mempunyai ikatan lebih dari saudara biasa.Kembar. ~~~ Semoga suka😊 JANGAN JADI SIDER!!! Karya sendiri no plagiat
Todos los derechos reservados
#627
coldboy
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Vericha Aflyn ✔️
  • Mengalah? Gak papa (END)✔
  • Diary Salsa
  • TRAUMA
  • Naura & Lukanya
  • My Twins (End)
  • Hiraeth || Huang Renjun (SUDAH TERBIT)
  • 𝑨𝑹𝑨𝑲𝑯𝑨 [TERBIT]
  • KIARILHAM【END】

#Judul awal 180 degree.# Vericha Aflyn. Perempuan yang akan menginjak usia 17 tahun, dalam beberapa bulan lagi. Dia bukan perempuan yang haus akan popularitas, bukan pula perempuan polos. Dia hanya perempuan biasa-biasa saja, dengan kisah yang tak biasa. Dia hanya perempuan biasa, yang mendambakan bahagia. Orang baru dan cerita baru, menghiasi hari-harinya. Tuduhan, siksaan, dan cibiran ia dapatkan. Mampu kah dia bertahan? Atau harus menyerah dengan keadaan? ---------- "Jangan pergi! Ini perintah, bukan permintaan!" Icha kembali menutup matanya, membuat air mata yang tertahan di pelupuk matanya terjatuh. Dadanya semakin terasa sesak, mungkin kah dia bisa bertahan? "H-hanya sebentar!" pinta Icha dengan lemah. "Lo harus janji, bakalan bangun lagi!" Setelah itu Icha hanya mengangguk, lalu bersandar di dada Isan. "Lo y-yang harus bangunin gue." Isan mengelus rambut Icha lembut, hati Isan terasa di cubit, saat dia dapat mendengar suara nafas Icha yang teratur. Isan meraih tangan kanan Icha, dan langsung menempelkan di dadanya. Mencoba memberi tahu Icha, tentang keadaan hatinya. Tak berselang lama, Isan di buat terkejut. Debaran jantungnya terasa berhenti, dengan nafas yang tercekat. Tangan Icha jatuh begitu saja di pahanya, nafasnya pun terputus-putus. Isan menggelengkan kepalanya dengan air mata yang sudah bercucuran. Dia dekap erat tubuh Icha, menahannya agar tak pergi. Matanya menatap hamparan bintang, dan indahnya bulan. Memohon keajaiban, dan meminta kesempatan. Isan berteriak lantang, menyerukan nama Icha. Memanggilnya untuk kembali. "ICHA!!"

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido