Hemos actualizado nuestras Pautas de Contenido.
Consulta las pautas más recientes para seguir compartiendo historias de forma segura.
end of the street

end of the street

  • WpView
    LECTURAS 3,937
  • WpVote
    Votos 834
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadConcluida vie, jun 8, 2018
WpInfo
Ficción
Romance
Etiquetasbajaalatas
Aku angela, setiap harinya aku berjalan kaki menuju rumahku sehabis pulang daritempat kerjaku, hanya jalan itu yang selalu aku lewati, sebuah jalan 1 arah,lembab, rindang dan teduh. Pada hari itu aku melawti jalan itu, seperti biasanya, aku selalu berpapasan dengan laki-laki itu, lelaki yang berjalan berlawanan arah dengan ku, dan selaluuu,,selalu ia tersenyum kepada ku. Sudah hampir 1 tahun aku berpapasan denganya,tapiii, aku belum pernah mendengar suaranya,kinapa kita tidak saling sapa? , Apa aku yg harus memulainya? Keesokan harinya aku melewati jalan itu lagi,dan aku berniat untuk menyapanya "Haiii" Aku telah menyapanya Dia hanya terssnyum sambil terus berjalan tanpa berhenti sedetikpun, Mungkin dia tidak mendengar sapaan ku, karna aku melihat ia berjalan sambil mendengarkan headset,yasudah lah, mungkin akan aku coba lagi besok Keesokan hari nya pun aku melewato jalan itu lagi,dan aku pun mencoba menyapa nya lebih keras "HAIII!!" Dia pun hanya tersenyum lagi dan tidak berhenti sedikit pun, Aku merasa kesalll, aku berfikir lelaki itu sok jual mahal, padahal aku hanya ingim berteman, mau taro di mana harga dirikuu di cuekin laki-laki yang belum aku kenalll Dan keesokan harinya, aku memutuskan untuk pulang 2 jam lebih lambat dari biasanya, agar tidak bertemu laki-laki itu lagi,namunnnn apa yang terjadi? Laki-laki itu bersandar di bahu jalan, di tempat dimana kita selalu berpapasan,, ia pun menghampiriku dan memberiku sebuah kertas, lalu dia meninggalkan ku dengan senyuman seperti biasanya Aku buka kertas itu,,,, aku meneteskan air mata setelah membaca pesan yang di sampaikan dalam kertas itu,aku berusaha untuk mengejar nya, tetapi jejaknya hilang begitu saja, dan keesokan harinya? Aku tidak pernah bertemu dengan nya lagi **** Klik media, ada video suara isi kertas yang di berikan ? End
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • ArKa (End)
  • Hear (Completed)
  • Cinta Yg Tumbuh Lewat Rahasia
  • [LS1] RAINEESME (Completed)
  • Jangan Pergi, Ayi
  • Love Setan(FINISH)
  • Eliinaa
  • Home (Completed) (Repost)
  • Beautiful Sunset

Typo bertebaran! Belum di revisi!!! "Tadi pas gue pegang lo, lo bilang bukan mahrom tuh maksudnya apa?" Mendapat pertanyaan tersebut membuat Chika menoleh dan melihat mata Arya sekilas. Entah mengapa ia tidak kuat jika harus menatap pria itu. "Itu... Maksudnya laki-laki dan perempuan yang bukan mahrom, tidak boleh berpegangan atau bersentuhan. Kecuali udah menikah" jelasnya. "Orang tua?" tanya Arya lagi. "Boleh, saudara kandung juga boleh, saudara laki-laki atau perempuan dari orang tua juga boleh, keponakan laki-laki atau perempuan juga boleh, kakek nenek kandung juga boleh, dan pelayan tua. Itu sih kayaknya yang boleh," Jelasnya memperhatikan bibir pink dan tebal milik Arya. "Gue sama lo?" tanya Arya lagi. "Nggak boleh, kecuali kita udah nikah," jawabnya spontan. Membuat ia membelalakkan matanya karena kaget dengan ucapannya. Arya yang melihat tingkah Chika pun malah terkekeh. "Lo mau nikah sama gue?" goda Arya. "Idih! Ogah banget!" ujarnya dengan suara yang meninggi. Lagi-lagi ia tidak bisa menahan dirinya. "Santai aja kali," jawab Arya santai.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido