Cerita Yang Usai

Cerita Yang Usai

  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Fri, Jun 8, 2018
Assalamualaikum 😇 Hay para pembaca ini cerita pertamaku jadi maaf yaa kalau ada kalimat yang kurang di mengerti dan ini hanyalah kisah yang pernah aku alami. langsung saja yaa. Bicara tentang Pacar. Awal saya berpacaran itu tanggal 22 Mei 2015. tepat sekali dengan tanggal ulang tahun Dia. Dulu kita selalu bersama bahkan habisin waktu bersama. Setiap kali tanggal 22 pasti saling kirim surat yang isinya itu pasti tentang mau di jadikan apa Hubungan kita. seiring berjalannya waktu kita semakin beranjak dewasa dan mulai mengerti. apakah pacaran itu baik untuk agama kita?? setelah mengerti pacaran itu tidak baik untuk agama kita akhirnya berpisah. memang teramat perih rasanya sudah hampir 3 tahun kita habisin waktu bersama bahkan sudah mengerti semua tentang dia. tapi seberapapun rasa perihnya yang kita rasakan. apakan melebihi rasa perihnya api neraka apabila kita masih berpacaran?? . . Yaa kini tinggallah kenangan yang saya rasa cukup indah 🙂 Sekarang aku telah merasakan hilangnya ucapan selamat tidur. kini saya hanya bisa berdoa saja semoga dia bahagia kedepannya (entah bersama siapa 😂) tapi menurutku bahagia itu simpel. melihat dia dengan kekasihnya yang baru tidak sebahagia dia denganku, itu yang dinamakan bahagia 😂😂😂🤣 Eh kok ini jadi curhat yaa 😊. maaf yak. mungkin itu bisa dijadikan pembelajaran kepada pembaca semuanya. terimakasih atas waktunya Assalamualaikum
All Rights Reserved
#179
perih
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • (Bukan) Keluarga
  • Behind the Silence
  • Khayalku
  • Sepertiga Malam Tentangnya
  • Air Mata Cinta
  • Jodoh Kedua (END)
  • Sisi Gelap Mantan Pacar-ku [TAMAT🌻]
  • N O R A [on going]
  • SANG PENAKLUK HATI SYAKIRA (On going)

Sequel 'Umi untuk Putraku' __________________________ Dulu, ia menikah dengan seorang duda berbuntut satu. Namun, sekarang ia men-janda. Tertinggal putra putrinya yang menjadi kunci ia bersemangat. Keduanya pula yang menjadi alasan kuat ia berusaha bangkit dalam kesenduan. Pikirnya semua akan baik ketika hatinya telah tertata apik setelah mengikhlaskan sedikit kepergian sang suami. Kenyataan berbanding terbalik. Awalnya semua baik, sangat baik. Sampai ia dijatuhkan oleh perasaan yang ia pikir baik. Semua kembali seperti dulu. Ketika ia dipinang almarhum sang suami dan memiliki putra sambung yang saat itu belum menerimanya. Ia harus berperang kembali merebut hati sang putra. Namun, bedanya tak ada sang suami yang menyemangatinya. Dengan hati yang masih berusaha mengikhlaskan almarhum sang suami, ia harus menggunakan sisa hatinya untuk melunakkan hati putranya yang tiba-tiba kembali mengeras entah karena apa. Ketika dulu sang suami melarangnya untuk bekerja, kini ia harus memaksa tulangnya untuk bekerja keras. Bukan hanya satu atau dua pekerjaan yang ia lakukan, tapi banyak pekerjaan yang dilakukannya. Tak ada waktu luang baginya. Hari-hari hanya ada kerja, kerja, dan kerja. Dengan menggendong sang putri ke mana pun langkahnya membawa. Semua demi sang putra yang berubah layaknya singa kelaparan. Pun dengan putrinya yang turut menjadi takut tiap kali melihat sang kakak. "Tak peduli badanku hanya tersisa tulang dan kulit. Apapun akan kulakukan untuk putraku." "Tak peduli badanku kurus kering tak terawat. Apapun akan kulakukan asal putriku bisa makan dengan kenyang." Kisah akan dimulai. Bagaimana single parent rapuh itu menjalani hidup barunya ...? SELAMAT MEMBACA:) Cover: Pinterest+Canva

More details
WpActionLinkContent Guidelines