Story cover for MARRIED [UNEXPECTED] by fkaprayoga
MARRIED [UNEXPECTED]
  • WpView
    Membaca 163,246
  • WpVote
    Vote 2,203
  • WpPart
    Bab 6
  • WpView
    Membaca 163,246
  • WpVote
    Vote 2,203
  • WpPart
    Bab 6
Bersambung, Awal publikasi Jun 09, 2018
[YOUNG-ADULT]
⚠REVISI
---------
Ibarat rumah; keluarga didirikan di atas tiang dan kasih sayang, di desain dari ukiran-ukiran indah penuh cinta, dan tentu saja di selimuti oleh atap keteduhan. 
Semua itu demi kenyamanan yang menempatinya, tidak hanya pemilik rumah, tapi juga tamu yang datang.

"Semua dimulai dengan percakapan yang sederhana." 

Katanya cinta bisa tumbuh dalam bentuk kebiasaan yang dilakukan bersama, benarkah?

Mari coba kita lihat seberapa tahan mereka dalam kebersamaan tanpa cinta, atau mungkin cinta sedang mulai tumbuh.

Temui mereka,

***


-Lebih epic kalau kalian follow dulu-Selengkapnya hanya ada di account @Imkaeli
Jika ada kesamaan, itu hanya igauan semata.

🐳Pure my imagination, don't copy paste🐳

Terima kasih,
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Daftar untuk menambahkan MARRIED [UNEXPECTED] ke perpustakaan kamu dan menerima pembaruan
atau
Panduan Muatan
anda mungkin juga menyukai
anda mungkin juga menyukai
Slide 1 of 9
Nirmana Lila | Tamat cover
After Second Marriage(Completed) cover
Perpindahan Dimensi Sang Penulis  cover
Langkah baru bersama mu cover
MELANDERI ✅ cover
My Devil Husband cover
SIMALAKAMA💋 cover
Suami "Takut" Istri. [Terbit]✓ cover
Stay With Me [TAMAT] cover

Nirmana Lila | Tamat

102 bab Lengkap

Book 1 - Trilogi Tiga Dimensi Kamu tahu, apa yang bisa menghubungkan satu tebing ke tebing lainnya, meski jurangnya begitu curam? Jembatan. Ya, aku dan dia seperti dua tebing dengan jurang yang nyata terlihat. Dalam dan lebar. Bodohnya, jembatan itu masih nekat dibangun. Semakin dalam jurang, semakin kuat pula pondasi yang dibutuhkan. Dan gilanya, dia membangun pondasi itu dengan begitu mudah dan sederhana. Caranya? Dengan menjelaskan apa itu nirmana. Aku hanya bisa tertawa, miris. Betapa ringannya dia meletakkan pondasi jembatan itu di sini, di hatiku. Dengan pemikirannya yang unik, dia menunjukkan bahwa nirmana bukan hanya soal seni, melainkan cara untuk mengenali sesuatu yang belum pernah kita pahami, bahkan diri kita sendiri. Dari situlah, perlahan, dia menuntunku ke sebuah jembatan yang ia bangun dengan nirmana. Dari titik-titik kekaguman tak terduga, menjadi garis samar sebuah perasaan yang seharusnya tak ada, dan terbentuknya sebidang kerumitan yang menyangga. Hingga... "Kenapa harus Brian?! Dia itu keponakanku, La!" teriakan suamiku menghantam. Dalam sekejap, aku dihadapkan pada kenyataan pahit: nirmana hidupku ternyata jauh lebih rumit daripada gambar-gambar yang harus kuselesaikan.