Story cover for 10 Meter by kilanpowa
10 Meter
  • WpView
    GELESEN 221
  • WpVote
    Stimmen 28
  • WpPart
    Teile 7
  • WpView
    GELESEN 221
  • WpVote
    Stimmen 28
  • WpPart
    Teile 7
Laufend, Zuerst veröffentlicht Juni 09, 2018
Aku selalu mengekorinya sambil memberikan jarak tertentu di antara kami. Memperhatikannya dari jauh, melihat tawanya, wajah seriusnya, dan dukanya. Namun aku? Sekedar memanggil namanya pun aku tak bisa.

Hingga suatu hari, iris hitamnya menemukan diriku.



Cover by @kilanpowa (disclaimer, aku mager banget bikin cover yang bagus--dan nyari/nyolong gambar yang sesuai sama ceritanya since gamau berabe jadi drama--jadi nikmati saja dahulu gambar random yang kupergunakan sebagai cover cerita ini, ehe.
Alle Rechte vorbehalten
Melden Sie sich an und fügen Sie 10 Meter zu deiner Bibliothek hinzuzufügen und Updates zu erhalten
oder
Inhaltsrichtlinien
Vielleicht gefällt dir auch
Sharena [Completed] von bamsabaam
13 Kapitel Abgeschlossene Geschichte
[Tersedia secara lengkap pada DREAME] Ini tentang bagaimana cara Sharena untuk menutupi kerapuhan yang dimilikinya. Dengan menjadi troublemaker terhormat yang ditakuti seluruh warga sekolah. Kerapuhan tentang bagaimana hidup dengan banyak harta dan tidak lupa pula orang tua yang jarang pulang, sekalipun pulang hanya bertengkar dan membuat psikologis Sharena terganggu. Benua Raga Angkasa, salah satu dari 4Cogan yang membuat peringai buruk seorang Sharena perlahan lahan menghilang. Dan pada akhirnya Jennie muncul untuk menghancurkan semua mimpi indah Sharena. Kemudian datang lagi seorang pria berusia 30 tahun yang membuat Sharena mempertanyakan perasaannya kembali. Mungkin anda akan merasa kasian pada jalan hidup yang dimiliki Sharena. Atau justru anda akan benci pada Sharena yang selalu memberontak terhadap papanya karena tuntutan hidup. Disini anda akan mengerti arti hidup yang sesungguhnya, tentang bagaimana hidup dikelilingi dengan sahabat sahabat yang konyol tanpa kemunafikan. Dan dikelilingi oleh orang orang yang selalu membuat ia belajar tentang pengalaman hidup yang sesungguhnya. --------------------------------------------- "Gak usah sok akrab deh Lo, tau apa Lo tentang keluarga gue?! lo cuma orang baru yang masuk seenaknya dan urusin kehidupan gue." Sharena Mikaila Anindiatama (16) "Jelas saya tau kerapuhan yang berusaha kamu tutupin selama ini. karena saya adalah sebagian dari masa lalu kamu." Benua Raga Angkasa (17) "Sini, duduk disebelah saya. Nanti akan saya ceritakan betapa indahnya dunia setelah saya mengenalmu." Sean Diwangka (30) Ps: banyak terdapat umpatan dan bahasa kasar. Jadi dimohon bijak dalam membaca. Amazing cover by: @Lalinaaa__
Vielleicht gefällt dir auch
Slide 1 of 10
ANARAN cover
LEARA  cover
AYKA cover
Forced Smile cover
Your Converse#Wattys2019 cover
[END] Blind Rainbow cover
love story at school cover
Dejavu cover
Shivviness[END] cover
Sharena [Completed] cover

ANARAN

22 Kapitel Abgeschlossene Geschichte

Hari ini Ara sedang berada di perpustakaan bersama Nanta disampingnya yang terus saja kesal dengan tingkah laku Ara, Mengapa ia bisa menemui perempuan dengan spesies seperti Ara ini? " Nanta? Baca buku apa? " " Ara juga mau baca dong, Boleh? " " Judulnya itu apa bukunya? " " Emang Nanta gak cape liat rumus kaya gitu? " " Ara aja cape ngeliatnya " " Kok Ara dicuekin sih sama Nanta, Nanta ngomong dong. " Begitulah celotehan Ara yang membuat Nanta naik pitam, Ia sudah jengah dengan ocehan tidak jelas dari mulut Ara. " LO! LO BISA GAK SIH, GAK USAH GANGGU GUE SEHARI, LO TUH SAMA AJA KAYA CEWEK MURAHAN DI LUAR SANA YANG NGEJAR NGEJAR COWOK YANG JELAS GAK SUKA SAMA LO!! SEKARANG LO PERGI DARI SINI!!! DASAR BITCH " Bentak Nanta membuat petugas dan murid di perpustakaan menatap ke arah Ara dan Nanta. " Nanta? Setiap kata kata yang keluar dari mulut Nanta sebenarnya bikin hati Ara sakit, Tapi... Sekarang ucapan Nanta bener bener bikin hati Ara lebih sakit dari sebelumnya, Maaf kalau Ara ganggu Nanta. Sekarang Ara kecewa sama Nanta yang udah permaluin Ara disini. " Setelah mengucapkan itu Ara pergi dari perpustakaan dengan air mata yang menetes dan jalan yang masih sedikit pincang. © Adilla Basyarah