quotes ; UNREQUITED LOVE

quotes ; UNREQUITED LOVE

  • WpView
    Reads 103
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 1, 2018
Mencintai seseorang adalah fitrah manusia. Pada suatu waktu, kamu pasti akan merasa tertarik dengan lawan jenis. Namun, rintangan cinta kadang menghadang, menguji hatimu yang tengah "sendirian" dan kesepian. Alih-alih bisa mengungkapkan perasaan pada orang yang dicintai dengan mudah, kadang kamu cuma bisa pasrah memandang dia dari kejauhan. Kamu hanya bisa mencintainya dalam diam dan mendoakannya tanpa ketahuan. Lika-liku cinta semacam ini memang banyak menyisakan galau di hati. Namun, tanpa sadar hidupmu bisa lebih berwarna-warni. -- Agustin Fatimah via hipwee
All Rights Reserved
#930
puisi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MENCINTAIMU, SEINDAH TUHAN MENCIPTAKANMU
  • Coretan Literasi Tanpa Dedikasi
  • Perihku Ditinggalkan
  • DikaRanggi
  • Mahligai Sunyi
  • DEAR LOVE (ERNANDO ARI SUTARYADI) (SUDAH TERBIT)
  • Waktu Senggang (SEGERA TERBIT!)
  • Happier Than Ever [COMPLETED]
  • 10 Detik, Goodbye!
  • Senja (Diangkat Dari Kisah Nyata)

Aku percaya cinta adalah sebuah pelukan hangat, bahkan di tengah gemuruh hujan. Tapi siapa sangka, pelukan yang sama kini meninggalkan dingin di tubuhku? Kamu meninggalkanku, dan aku tak pernah siap untuk kehilanganmu. Kehilanganmu bukan sekadar perginya seseorang dalam hidupku. Kehilanganmu adalah tentang diriku yang kian merapuh, bagian-bagian dari diriku yang tercerai-berai, seperti serpihan kaca yang tak tahu bagaimana akan kembali utuh. Aku mencoba menulis surat untukmu, berharap kata-kata bisa menggantikan kehadiran yang hilang. Namun, setiap huruf yang kutulis, hanya menambah luka, mengingatkanku pada rindu yang tak akan pernah sampai kepadamu. Mungkin, mencintaimu adalah keindahan sekaligus kutukan. Sebuah hadiah yang diiringi keperihan tanpa akhir. Dan di sinilah aku, yang dalam diam melangitkan namamu. Untukmu, yang kucintai dengan penuh Namun tak pernah menyadari kehadiranku. Buku ini sengaja ditulis untuk nama yang selalu kulangitkan namun enggan untuk menyambutku, yang hadirnya pernah membuat duniaku mekar dengan indah, yang kehilangannya membuat diriku merapuh bersama serpihan luka yang ia tinggalkan. Dan buku ini sekaligus dedikasi untuk mereka yang pernah kehilangan, untuk hati yang berani mencintai meski tahu akan terluka. Karena di balik setiap tetesan air mata, selalu ada cerita yang layak untuk diceritakan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines