Story cover for Jarak by DiSebuahHujan
Jarak
  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
Complete, First published Jun 09, 2018
Mature
Pernah kah teman - teman tahu jarak antara hati dengan raga ini apa ?
Layak nya sebuah rindu yang sulit untuk di pungkiri
Aku tak mengerti mengapa rindu ini hinggap saat jarak sudah tak ada penghalang
Oh tuhan..
Jiwa yang rapuh ini kirim kanlah aku ruh - ruh baru penyemangat kala ini
Entahlah
Jarak ini akan menjadi apa 
Aku merindukan nya walau dalam angan ku hanya sebatas rindu
Wahai jiwa - jiwa yang terselubung
Aku hanya seorang manusia insan tak berasa
Entah rasa apa yang pantas aku nikmati saat ini
Tapi , bukan makanan yang layaknya bisa kalian nikmati seenaknya
Aku rindu walau ada penghalang di antara ini
All Rights Reserved
Sign up to add Jarak to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Ketika Tulisan bercerita? cover
Tentang Kita cover
Zahra Gara cover
Gusku incaranku (Terbit)  cover
Did I Cross The Line? cover
-YOU- cover
Meninggalkan Tanpa Pamit cover
The Problem Love cover
My Boy Friend Is My Best Friend cover
kau bukan rumah cover

Ketika Tulisan bercerita?

4 parts Complete

begitu kelelahan mulai menyeruak, mengaduh suasana gelap berteman lagu sendu pilu, ku coba tuliskan segalanya tentang isi hatiku yang menolakmu ada dalam pikiranku lagi. ketika yang ku tahu bahwa sia-sia selama ini selalu berharap padamu. sia-sia untuk waktuku yang terbuang merindukanmu. ~ ketika aku diberi kesempatan memilikimu, tidak dengan waktu yang lama, senda gurau kita berubah diam. tak bertegur sapa layaknya tak pernah kenal sebelumnya. tak ada salam perpisahan, setidaknya berusaha membuat keadaan pahit itu menjadi manis sebelum kita benar-benar tak saling melihat lagi, Tidak ada! baru saja aku berusaha mengucapkan kata "sayang" padamu. barusaja aku menghapus kenangan lama. namun, kamu datang lagi dengan kisah yang sama. meski kadang aku merasa bodoh, dengan keistimewaan yang mengecewakan. aku cukup bahagia sempat, sekali saja, bersamamu. menghabiskan separuh malam kita bercerita ria lewat handphone. Terima kasih teruntukmu.