Your Secret Diary

Your Secret Diary

  • WpView
    Reads 1,880
  • WpVote
    Votes 118
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Aug 1, 2018
Sebelum segala kenangan hanya bisa kuingat sendiri, aku ingin kalian ikut mengingatnya. Kutulis segala hal tentang kenangan-kenangan itu, selagi aku bisa. Agar kalian mau mengingatkannya tentangku kelak jika ia lupa. Kelak jika aku sudah benar-benar tak lagi bisa bercerita, dan ia telah melupakanku, kalian bisa mengenang kami. Saat kutulis segala kenanganku, aku baru menyadari betapa masa remajaku sangatlah asik, seru, dan penuh tawa. Di masa itu juga, aku tahu seberapa kuatnya cinta untuk manusia. Ini kisahku. Kisah nyataku. Tentang diriku yang nakal dan dia yang pemalu. Kisah ini berawal dari buku harian seorang gadis remaja.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • When his name is
  • Butterfly Effect
  • Sampai Kita Jadian - Love on Repeat
  • ARDILA & DINAR
  • I,M YOURS ✅
  • My Bad Boy
  • PANDANG PERTAMA
  • INTO HIS WORLD
  • Admire Or Love
  • SELEPAS KAU PERGI (END)

sinopsis: "Aku milikmu, ingat itu." Aku bertemu dengannya-dan saat menatap matanya, semua luka lama terasa seperti baru kemarin. Kami bukan orang asing. Kami adalah dua jiwa yang pernah saling memiliki, lalu membuang ribuan kenangan dan mimpi seakan semuanya tak berarti. His name is Benedictus. "Dia adalah masa laluku... dan juga yang terakhir bagiku," ujar Angelz saat bicara pada Chris-teman yang selama ini diam-diam mencintainya dari kejauhan. Chris tahu, cintanya mungkin tak akan pernah terbalas. Bukan karena dia tak cukup baik, tapi karena bayangan masa lalu Angelz terlalu kuat untuk dilupakan. Lalu, ketika masa lalu dan masa kini bertabrakan, akankah Angelz tetap memilih luka yang familiar... atau cinta yang diam-diam tumbuh dengan tulus? ________________________________________ prolog: Aku lupa kapan terakhir kali memeluknya-mungkin saat langit masih tahu cara bersinar di mataku, sebelum semua berubah jadi abu-abu. Dia berdiri di depan ku sekarang, seperti mimpi buruk yang kembali mencari tempat tinggal. Tapi bukan karena aku takut... aku hanya belum siap mengingat betapa dalamnya luka yang pernah kami ciptakan bersama. Namanya Benedictus. Dan sekali lagi, dunia menuntunku ke arah yang selama ini ku coba lupakan. "Angelz," suaranya tak berubah. Aku menunduk. Karena sekuat apa pun aku menyangkal... sebagian dari diriku masih miliknya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines