Destiny
  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 10, 2018
"Semalam aku bermimpi," "Mimpi apa?" "Aku lihat kamu tersenyum." "Wah, kamu mimpiin aku ya?" "Tapi senyum itu bukan untuk aku." Ucap Samudra kepada Mentari dengan senyum yang lemah. Bila kamu menatap nya waktu itu, kamu pasti akan tau, kesedihan apa yang ia alami. "Kamu nggak akan ninggalin aku kan?", Tanya Samudra dengan suara yang terdengar penuh pengharapan. Samudra, aku nggak yakin kita akan bersama. Aku nggak bisa janji untuk itu. Aku juga takut, takut kehilangan kamu. Tapi aku tak punya daya untuk mempertahan kan mu suatu hari nanti. Kamu, Masa depan. Aku meminta ini kepada mu disuatu hari nanti. Aku harap kamu memberikan apa yang aku mau. Aku sama seperti mereka. Ingin Kebahagiaan. Tapi hanya bersama dia, Samudraku. -Mentari Putih-
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Langit Dara [End]
  • SAMUDRA
  • Aseano Samudra [End]
  • SAMUDRA
  • Friendzone (COMPLETED)
  • SAMUDRA
  • 【𝑾𝒊𝒍𝒍 𝑩𝒆 𝑴𝒊𝒏𝒆?��】
  • STUCK

Bahkan, hubungan yang awalnya baik-baik saja pun akan berubah tanpa pernah diminta, disadari, dan diharapkan. Kehadiran orang-orang baru di lingkungannya, akan membuat mereka lupa pada lingkungan lama yang pernah ia tempati juga. Setelah orang itu hilang, barulah dia akan tersadar. Semuanya hanya perihal waktu. Melupakan, lantas berujung penyesalan. "Siapa yang nyakitin lo, Dar?" "Diri gue sendiri." Iya, dia yang menyakiti dirinya sendiri. Andai saja dia tidak sok kuat dan bertingkah seolah semuanya akan baik-baik saja, dia tak akan pernah mengalami rasa kecewa yang begitu dalam. *** LANGIT DARA

More details
WpActionLinkContent Guidelines